07 August 2020, 19:52 WIB

Serapan Program PEN Jadi Kunci Hindari Resesi


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia mengalami kontraksi di Kuartal II-2020 dengan tumbuh negatif 5,32%. Indonesia bisa masuk ke dalam jurang resesi bila pertumbuhan ekonomi kembali terkontraksi pada kuartal II-2020.

Pengusaha nasional Sandiaga Uno mengatakan, salah satu kunci menghindari resesi ialah dengan melakukan percepatan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).terutama dana PEN yang akan disalurkan lewat Pemerindah Daerah (Pemda) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Adapun percepatan yang harus dikebut dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan dorongan pada sektor UMKM serta Korporasi Pada Industri Padat Karya,:" kata Sandiaga dalam penandatangan nota kesepahaman KAHMIPreneur dan Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/8).

Realisasi program PEN, menurut Sandiaga, harus cepat, bahkan harus ada insentif lain agar roda perekonomian berjalan baik, salah satunya skema khusus pinjaman bunga ringan bagi provinsi dengan PDB yang melebihi rata-rata nasional.

Baca juga : Satgas PEN: Bansos Karyawan Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

Di sisi lain, MoU KAHMPreneur dengan BEI bisa menjadi salah satu alternatif pendanaan UMKM yang nantinya mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengapresiasi adanya bantuan sosial untuk pekerja non-Pegawai Negeri Sipil dan non pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergjaji dibawah Rp5 juta.

Menurutnya, bansos itu bisa menjaga daya beli masyarakat. Namun, hanya mengandalkan daya beli untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tidaklah cukup.

"Realisasi seluruh program PEN harus jadi fokus utama," kata founder KAHMIPreneur itu. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT