07 August 2020, 15:45 WIB

Soal AKUR, Bupati Kuningan Minta Semua Pihak Menahan Diri


Nurul Hidayah | Nusantara

PEMBANGUNAN embangunan bakal makam sesepuh sunda wiwitan merupakan bentuk bakti anak terhadap orangtua. Bupati Kuningan meminta semua pihak untuk bisa menahan diri.

Bupati Kuningan, Acep Purnama menjelaskan kini komunikasi yang antara dirinya dan pihak paseban sudah berjalan lancar.  "Salah satu cara penyelesaikan masalah ini memang dengan komunikasi. Alhamdulillah kini komunikasinya lancar," ungkap Acep, Jumat (7/8).

Dengan komunikasi yang telah dilakukan Acep juga mengaku pihak paseban sudah mengerti apa yang dilakukan saat itu merupakan tindakan selaku kepala daerah demi kondusivitas.

Selanjutnya Acep meminta semua pihak bisa menahan diri dan bersabar. Pihaknya juga tengah melakukan komunikasi dengan pihak yang keberatan. Semua dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang sama dengan menitikberatkan pada kepentingan semua, bukan kepentingan satu golongan saja. "Ada pepatah Sunda, herang cai na, beunang lauknya," ungkap Acep.

Pada kesempatan itu Acep juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah memiliki pemikiran yang intoleran dan diskriminatif. "Itu jauh dari benak saya," ungkap Acep. Namun Acep juga mengakui bahwa untuk adil tidaklah mudah. Sebagai bupati, dirinya memohon maaf jika ada kebijakannya yang tidak bisa memuaskan semua pihak.

Sementara itu, Pupuhu Adat masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Gumirat Barna Alam, menjelaskan bahwa  sebagai putra Pangeran Djatikusuma, mereka hanya ingin mewujudkan bakti kepada rama (ayah). "Saya hanya ingin mewujudkan bakti kami kepada Rama yang kami cintai di ujung hayatnya," ungkap Gumirat.  

Sebagai Pupuhu Adat, Gumirat memiliki harapan besar kepada  semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat untuk mendukung niat dan keinginan mereka.

Sesungguhnya, lanjut Gumirat, tidak pernah terlintas sedikit pun di benak mereka untuk menciderai keyakinan atau  agama yang lain. "Karena saya yakin bahwa semua orang adalah saudara," ungkap Gumirat.

Sejak awal, masyarakat AKUR sangat menjunjung tinggi ajaran leluhur mereka dalam menciptakan perdamaian. "Leluhur kami mengajarkan agar kami senantiasa menjalin harmoni dan hidup berdampingan dalam damai, tidak hanya dengan manusia namun juga dengan semesta," ungkap Gumirat.

Gumirat juga yakin, bahwa setiap rama maupun kepercayaan mengajarkan kedamaian dan hidup bersama dalam naungan nilai-nilai kebaikan dan persatuan. "Ke depannya kami berharap kita semua bisa bersama-sama merajut tali persaudaraan". (OL-13)

BERITA TERKAIT