07 August 2020, 15:03 WIB

Pemkab Manggarai Kembali Dapat Bantuan APD


Yohanes Manasye | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali mendapatkan bantuan alat pelindung diri (APD) covid-19. Kali ini, sumbangan tersebut datang dari dua putra Manggarai yakni Romanus Ndau Lendong yang kini menjabat komisioner Komisi Informasi Pusat dan jurnalis senior sekaligus Dewan Redaksi Media Group, Gaudensius Suhardi.  

Ada pun APD yang mereka sumbangkan berupa 366 potong baju hazmat, 100 face shield, 33 masker n95, 7 box hand gloves, 33 kaca mata googles, 500 masker medis, dan 1.000 masker kain. 

Selain untuk Kabupaten Manggarai, sumbangan APD juga mereka berikan kepada Pemkab Manggarai Barat dan Manggarai Timur. 

"Ini yang bisa kami lakukan untuk daerah ini. Sekecil apa pun sumbangan ini, semoga ada faedahnya. Sambil berharap tahun-tahun berikutnya ada lagi yang bisa dilakukan," ujar Romanus. 

Ia menambahkan, meskipun berada di Jakarta, mereka tak akan lupa tanah Manggarai sebagai kampung halamannya. Selama masa pandemi covid-19 ini, mereka berusaha untuk membantu pemerintah daerah agar bisa melindungi warganya. Mereka pun mengumpulkan bantuan dari kolega dan rekan kerjanya di Jakarta.

Baca juga: Wakil Bupati Manggarai Barat Apresiasi Bantuan APD KESDM

Bupati Manggarai Deno Kamelus mengapresiasi kepedulian Romanus dan Gaudens. Ia mengakui, saat ini pemerintah daerah sedang berjuang keras mencegah dan menangani pandemi covid-19. Ia berterima kasih karena di tengah perjuangan tersebut, Pemkab Manggarai mendapat bantuan berbagai pihak, termasuk putra daerah Manggarai di Jakarta. 

"Atas nama masyarakat Manggarai, saya berterima kasih banyak untuk beliau berdua," ujar Deno. 

Deno memuji Romanus dan Gaudens sebagai dua putra Manggarai yang tidak saja memiliki kepintaran tetapi juga memiliki hati yang peduli. 

"Dua tokoh Manggarai pulang kampung, bawa kita APD. Tentu karena mereka punya hati. Orang yang punya hati itu care," kata Deno. 

Deno juga menjelaskan kondisi covid-19 di Manggarai yang kini termasuk zona hijau meskipun terdapat 14 pelaku perjalanan dari zona merah yang reaktif rapid test dan sedang menanti hasil swab test. Sembilan dari 14 orang tersebut dikarantina di Wisma Atlet Golo Dukal. Sisanya menjalankan karantina mandiri. 

Deno berharap, hasil swab test 14 spesimen tersebut negatif covid-19. Namun jika ada yang positif maka Manggarai akan menjadi zona merah. 

Sebelumnya, Manggarai memiliki satu pasien positif Covid-19. Setelah menjalani perawatan selama tiga bulan di Wisma Atlet Golo Dukal, pasien yang termasuk dalam klaster Gowa itu pun sembuh. 

Selain menyiapkan Wisma Atlet Golo Dukal sebagai tempat karantina, Pemkab Manggarai juga telah menyiapkan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ben Mboi Ruteng. Dengan adanya laboratorium tersebut maka akan mempermudah pemeriksaan spesimen swab test. 

Laboratorium tersebut direncanakan akan beroperasi mulai September 2020, setelah dilengkapi dengan biosafety cabinet (pelindung petugas) dan izin dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT. 

Sebelum beroperasinya laboratorium PCR RSUD dr Ben Mboi Ruteng, spesimen swab test dari Manggarai dan beberapa kabupaten lain di NTT dikirim ke laboratorium biomolekuler RSUD dr WZ Johanes Kupang.(OL-5)

BERITA TERKAIT