07 August 2020, 06:05 WIB

Seleksi Ketua Presma Dipastikan Bebas Intervensi Politik


Mediaindonesia.com | Humaniora

KETUA Presma Trisakti, Dino Ardiansyah berharap penggantinnya dapat merepresentasikan suara dari 9 fakuktas di Universitas Trisakti (Usakti). Menurut dia, ketua nanti harus memiliki elektabilitas dengan basic orientation movement yang dimiliki Presma Trisakti serta mempunyai relasi dan kemampuan diplomasi yang kuat.

"Saya sudah mau lulus dan siap untuk yudisium, karena itu harus ada pengganti. Saat ini sudah ada dua orang calon yakni Edmund Seko (paslon 1 dari kultas Hukum angkatan 2016) dan Andi Rachmat. Pelaksanaan pemilihan ketua Presma Trisakti akan dilangsungkan bulan ini dengan mekanisme pemilihan secara on line."

Kondisi perkuliahan di Usakti selama covid 19, kata dia, menyesuaikan SK Kemendikbud, untuk yang terpaksa praktek di lokasi harus mengikuti protokol kesehatan, tapi yang bisa tidak harus berada di dalam ruangan bisa dilakukan secara daring. Sampai semester depan aktivitas perkuliahan masih secara online, kemungkinan besar aktivitas normal baru tahun depan.

"Kita juga mengajukan keringanan biaya kuliah selama pandemi covid 19 terjadi kepada Mendikbud dan pihak Kopertis, supaya mereka juga ada perhatian terhadap PTS. Sebab meskipun Usakti adalah PTS namun berhak mengajukan keringanan biaya perkuliahan bagi para mahasiswa terutama yang berasal dari kalangan kampus. Dari perjuangan itu akhirnya pihak kampus memberikan keringanan 10% untuk biaya pokok kuliah."

Dino menegaskan bahwa arah gerakan Presma Trisakti dipastikan lebih kepada gerakan independent, moral, dan intelektual. Prinsip itu pastinya akan dipegang juga oleh ketua Presma Trisakti berikutnya. Sesuai dengan jiwa muda yang dimiiki oleh para mahasiswa tentu akan lebih fokus pada gerakan moral dan kemanusiaan. Sejauh ini dengan ketiga prinsip itu, mereka tidak terkoneksi atau by design untuk kepentingan politik praktis. Tapi wajar jika ada kelompok-kelompok lain yang mengklaim presma Trisakti sebagai bagian dari kelompok-kelompok tersebut.

Di dalam berkonsolidasi, Presma Usakti, kata dia juga selalu mengedepankan orientasi substansi bukan pada bagaimana turun kelapangan lantas menyerang aparat, tidak seperti itu. Sejauh ini dalam setiap gerakan aksi-aksi Presma Trisakti tidak pernah sampai mengarah pada tuntutan penurunan Presiden (impeachment) atau Ketua DPR RI, tetapi lebih pada substansinya.

Ke depan setelah lulus kuliah, mereka berencana membangun gerakan bersama kawan-kawan pemuda dan membangun usaha kecil-kecilan (UMKM). Sebab di masa sekarang ini sepertinya agak susah mencari kerja, jadi sembari mencari lowongan kerja ingin belajar berwiraswasta. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT