07 August 2020, 07:45 WIB

Sec CPOPC Keberatan Kampanye Negatif Sawit Oleh Kraft Heinz


mediaindonesia.com | Ekonomi

SEKRETARIAT Dewan Negara Produsen Kelapa Sawit (Sec-CPOPC) telah melayangkan surat pernyataan keberatan atas kampanye negatif yang menyesatkan terkait kelapa sawit kepada Perusahaan Kraft Heinz. Surat dikirimkan pada 4 Agustus 2020 dilayangkan sebagai respons atas klaim Palm Oil Free dan pesan diskriminatif pada produk baru hazelnut butter dari Kraft di Kanada. 

"Sec-CPOPC memandang strategi pemasaran dengan pemboikotan terhadap kelapa sawit dan penyebaran informasi yang salah telah merusak upaya bersama dalam memproduksi dan menggunakan produk kelapa sawit yang sehat dan berkelanjutan," tulis Sec-CPOPC dalam keterangan resmi yang diterima mediaindonesia.com, Jumat (7/8). 

Pemboikotan juga akan menyesatkan konsumen dan menyerang jutaan masyarakat di dunia yang bekerja pada rantai pasokan sektor kelapa sawit seperti para petani kecil yang berupaya menghasilkan kelapa sawit berkelanjutan sekaligus keluar dari garis kemiskinan.

Sebagai anggota dari RSPO, Perusahaan Kraft Heinz menjadi garda terdepan dalam mempromosikan produksi dan penggunaan kelapa sawit yang berkelanjutan. Sec-CPOPC berpandangan bahwa Kraft Heinz dalam hal ini menunjukkan ketidakjelasan sikap karena mengajak petani kecil untuk menerapkan praktek keberlanjutan tetapi juga memboikot produk mereka. 

Sebagai anggota dari RSPO, Perusahaan Kraft Heinz seharusnya menyadari ada daftar kajian ilmiah yang berlawanan dengan klaim perusahaan tersebut melalui produknya di Kanada. Perusahaan Kraft Heinz juga sesungguhnya benar-benar mengetahui bahwa kelapa sawit tidak memiliki efek negatif bagi kesehatan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari diet yang seimbang. 

"Hidup di planet yang memiliki sumber daya terbatas namun populasi  semakin banyak menjadikan kelapa sawit sebagai sumber nutrisi yang menawarkan asupan berimbang antara kebutuhan kalori dan sisi keberlanjutan. Berbagai organisasi non-pemerintah internasional sepakat bahwa satu-satunya alternatif terhadap kelapa sawit adalah kelapa sawit yang berkelanjutan. Dari seluruh minyak sayur yang ada, kelapa sawit memiliki sertifikat keberlanjutan yang terdepan dalam upaya-upaya perlindungan keragaman hayati dan lingkungan. Indonesia dan Malaysia, sebagai negara produsen terbesar, telah mewajibkan sertifikasi tersebut," lanjutnya.

Sec-CPOPC tidak meminta Perusahaan Kraft Heinz untuk mengembalikan kelapa sawit yang telah dikeluarkan dari produk mereka, tetapi berharap kampanye  ditarik bersama dengan penarikan klaim Palm Oil Free. Sec-CPOPC menyarankan agar perusahaan mempertimbangkan sensitivitas perdebatan terkait kelapa sawit di negara-negara produsen kelapa sawit. Dan penilaian yang jauh lebih berimbang mengenai lingkungan dan keberlanjutan dunia. Hal ini berkaitan dengan produk yang dihasilkan perusahaan Kraft Heinz secara luas terjual di Indonesia dan Malaysia. Selain itu Kraft Heinz juga memiliki kantor yang berbasis di Jakarta dan Kuala Lumpur.

baca juga: Dampak Virus Korona, Harga Minyak Sawit Mentah Anjlok

Sec-CPOPC mengundang perusahaan Kraft Heinz untuk tidak hanya konsisten dan menghormati intelektualitas konsumen serta harkat jutaan pekerja di rantai pasokan kelapa sawit. Tetapi juga membangun kemitraan dalam meningkatkan dan memperkuat upaya terciptanya keberlanjutan. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT