07 August 2020, 06:18 WIB

Pesepeda di Indonesia Naik, Bike2Work Keluarkan Buku Panduan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

BERSEPEDA yang awalnya hanya aktivitas berolahraga dan rekreasi, kini menjadi salah satu pilihan utama manusia dalam beraktivitas harian. Termasuk ketika mereka berangkat atau pulang bekerja. Tak heran jika bersepeda diprediksi menjadi peradaban baru manusia modern. Sebagai catatan, penjualan sepeda di Jakarta pada tahun 2020 melonjak 250%.

Laporan dari Korwil Bike2Work daerah seluruh Indonesia mencatat fenomena yang sama, aktivitas bersepeda meningkat drastis. Bahkan ada daerah yang melaporkan hingga di atas 300%. Survey Bike2Work Indonesia mencatat, 42,7% pesepeda menggunakan sepeda sebagai bagian dari aktivitas berolahraga dan moda transportasi pilihan untuk bekerja. Sementara 57,3% menyebutkan bahwa sepeda adalah alat mereka berolahraga. Survei ini melibatkan 14.382 responden di seluruh Indonesia.

Di balik fenomena yang baik ini, ternyata masih banyak pesepeda yang belum teredukasi mengenai tata tertib bersepeda di jalan raya. Cara bersepeda yang aman untuk kesehatan, bagaimana menjadikan sepeda sebagai bagian dari aktivitas harian, dan sebagainya.

"Yang menyedihkan, ketidakpahaman ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab untuk mendiskreditkan pesepeda dan gerakan bersepeda. Sebagai catatan dari suvey Bike2Work Indonesia, ada 21,8% pesepeda yang baru memulai aktivitas bersepedanya kurang dari satu tahun," kata anggota Bike2Work Poetoet Soedarjanto dalam keterangan resminya Kamis (6/8).

Karena itulah Bike2Work Indonesia, Road Safety Association, FDTJ-Transport for Jakarta, MTI wilayah DKI Jakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), memberikan solusi yaitu Buku Panduan Bersepeda yang akan diberikan dan disebarkan secara gratis. Buku ini rencananya akan diluncurkan Jumat (7/8).

"Bersepeda itu banyak membawa kebaikan, maka sudah selayaknya dilakukan dengan cara-cara yang baik. Hadirnya buku panduan bersepeda ini merupakan upaya bersama guna mengajak dan mengingatkan para pengguna sepeda agar mau dan mampu mengendarai sepeda secara baik. Sehingga pengguna sepeda dapat memberikan kontribusi terbaik untuk menuju jalan raya yang aman, nyaman dan berkeselamatan," kata Poetoet.

"Kita ingin membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa," ujar anggota Road Safety Association Rio Octaviano dalam kesempatan yang sama.

Senada dengan Rio, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Darmantoro menambahkan sepeda yang tanpa polusi jika ditambah cara pemakaian yang tertib maka akan jadi solusi.

“Tren bersepeda yang terus naik di Indonesia harus ditangkap sebagai momentum untuk membangkitkan kembali kultur bersepeda di negeri ini. Karenanya, kami mencoba berpartisipasi dengan membantu edukasi jangka panjang agar masyarakat tahu tentang untungnya bersepeda, terlebih lagi jika tertib teratur," ujar anggota FDTJ Adriansyah Yasin.

baca juga: Bersepeda Aman Di Masa Pandemi, Ini Tips dan Triknya

Buku ini, rencananya akan diupayakan untuk disisipkan pada produk-produk sepeda yang dijual, atau pada aksesoris sepeda yang dijual, seperti misalnya pada helm, hingga apparel bersepeda seperti jersey. Meski belum diluncurkan, satu pabrikan sepeda dan satu produsen baju olahraga skala internasional telah berkomitmen untuk turut serta dalam program ini.(OL-3)

BERITA TERKAIT