07 August 2020, 01:21 WIB

Jatim Uji Coba KBM Tatap Muka Pada 18 Agustus


Faishol Taselan | Nusantara

DINAS Pendidikan Jawa Timur menjajaki kemungkinan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secarta tatap muka bagi siswa SMA dan SMK di Jawa Timur. Namun, hal itu akan dikoordinasikan dulu dengan berbagai pihak. "Masih kita jajaki," kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi di Surabaya, Kamis (6/8).

Menurut Wahyudi, pihaknya akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada 18 Agustus 2020. Namun uji coba ini tidak akan dilakukan di seluruh wilayah di Jatim.

Menurut Wahyudi, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka. Diantaranya harus mendapat persetujuan dari gugus tugas Covid-19 Kabupaten/Kota serta persetujuan wali murid.

Selain itu, dalam uji coba KBM tatap muka ini, jumlah murid yang bisa hadir dibatasi. Untuk daerah yang masuk zona merah, hanya 25 persen murid yang diizinkan yang masuk. Sedangkan untuk daerah zona oranye dan kuning, masuk 50 persen. Jam belajar pun batasi jadi 50 persen dari hari normal.

"Ada surat edaran menteri, yang zona hijau diperbolehkan tatap muka. Namun, Mendikbud mencabut kembali kemungkinan untuk zona belum hijau
belum bisa tatap muka, khususnya SMA/SMK," imbuhnya.

Wahyudi menambahkan rencana pembelajaran tatap muka ini sedang dalam  dikoordinasikan dengan kepala dinas di wilayah masing-masing untuk
penerapan protokol kesehatan. Pihaknya juga mempertimbangkan pendapat dari BNPB dan IDI. Kesiapan-kesiapan ini nantinya akan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 daerah.

"Saat pembelajaran tatap muka berlangsung, mekanismenya akan diserahkan ke sekolah masing-masing namun tetap dalam koridor protokol kesehatan. Kelengkapan kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, harus disiapkan pihak sekolah," katanya. (R-1)

BERITA TERKAIT