07 August 2020, 00:54 WIB

Antisipasi Karhutla, TN Matalawa Bangun 12 Posko


Palce Amalo | Nusantara

BALAI Taman Nasional (TN) Matalawa di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur telah membangun posko di 12 desa untuk memantau sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di setiap posko akan ditugaskan lima orang yang terdiri dari tiga petugas dari Balai TN Matalawa dan dua orang dari warga desa setempat.

"Mereka melakukan patroli ke lokasi yang rawan kebakaran, dan melakukan sosilisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan pembakaran," kata Kepala Balai TN Matalawa, Memem Suparmam, Kamis (6/8).

Posko-posko tersebut dibangun di desa-desa yang mengelilingi taman nasional yang meliputi tiga wilayah kabupaten yakni Sumba Timur, Sumba  Tengah, dan Sumba Barat. Jika terjadi kebakaran, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Mereka juga rutin melakukan sosialisasi kepada warga tidak membakar lahan karena api berpotensi merembet ke kawasan hutan. "Pernah ada satu atau dua kebakaran, tetapi langsung ditangani," ujar Memem.

Menurutnya, posko langsung terhubung ke tiga seksi wilayah dan kantor Balai TN Matalawa. Jika kebakaran dalam skala besar, balai akan menurunkan tim brigade kebakaran.

Untuk memantau titik-titik kebakaran, Balai TN Matalawa memanfaatkan laporan satelit. Seluruh titik atau hotspot kebakaran dicek ke lapangan oleh petugas.

Pulau Sumba dan beberapa daerah lainnya di NTT rawan kebakaran pada musim kemarau. Di Sumba, biasanya warga membakar lahan untuk dengan  harapan tumbuh rumput baru bagi makanan ternak dan untuk persiapan musim tanam. (R-1)

 

BERITA TERKAIT