06 August 2020, 20:25 WIB

Perekonomian Membaik,Kemenkeu Optimistis Kuartal 3 Tumbuh Positif


Despian Nurhidayat | Ekonomi

DIREKTUR Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengharapkan pertumbuhan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan merambah ke zona pertumbuhan positif di kuartal III-2020.

Hal ini dikarenakan Luky melihat bahwa ada indikasi perbaikan aktivitas ekonomi yang mulai membaik pada bulan Juni 2020 dengan membaiknya beberapa sektor seperti ekspor dan impor serta indeks keyakinan konsumen yang juga dikatakan membaik.

"Di Juni sudah mulai ada tanda-tanda perbaikan dan kita berharap kuartal-III dan kuartal-IV trennya akan membaik. Kita sangat berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal-III bisa kembali ke zona positif," ungkap Luky dalam diskusi Stimulus Pertumbuhan Ekonomi melalui Penjaminan Pemerintah kepada Korporasi secara daring, Kamis (6/8).

Lebih lanjut, perlu diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-II 2020 minus 5,3% secara year on year (yoy). Kondisi ini menjadi yang terburuk sejak terakhir kali terjadi pada kuartal I-1999 yang pada saat itu pertumbuhan ekonomi tercatat minus 6,13%.

Baca juga : Kemenkeu: Indonesia Punya Reputasi Pengelolaan Utang yang Baik

Luky menegaskan pemerintah tengah melakukan banyak kebijakan agar perekonomian kembali terangkat pertengahan tahun ini. Salah satunya adalah dengan merancang sejumlah kebijakan pemberian bantuan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Yang paling penting adalah bagaiamana caranya. Inilah peran pemerintah bagaimana memberikan stimulus pada perekonomian supaya ekonomi bergerak lagi. Itu bisa sifatnya dalam bentuk suntikan belanja dari pemerintah. Karena mungkin aktivitas ekonomi di sisi swasta masih menurun, masih ada mungkin sifatnya wait and see," sambungnya

Dia menambahkan, pemerintah tidak hanya memikirkan ekonomi saat masih pandemi tetapi juga mendesain kebijakan yang nantinya dapat membantu pelaku usaha usai pandemi covid-19 dinyatakan berakhir.

"Dengan adanya PSBB, ada dua tahapan ada yang berusaha survive dan setelah ini selesai mereka perlu dibantu memasuki tahap recovery mulai bangkit lagi. Ini sedang di setting, makanya ada namanya program Pemulihan Ekonomi Nasional atau disingkat PEN. Tetapi tetap kesehatan nomor satu," pungkas Luky. (OL-7)

BERITA TERKAIT