06 August 2020, 02:11 WIB

Ajang Olahraga Tanpa Penonton Opsi Terbaik Saat Ini


Antara | Olahraga

BADAN Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak realistis untuk menggelar ajang olahraga di tengah pandemi Covid-19 pada tahun ini yang berpotensi menimbulkan kerumuman. Apalagi jika ajang itu digelar di negara-negara dengan transmisi komunitas Covid-19 yang tinggi.

Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, mengatakan penyelenggaraan ajang olahraga justru bisa menjadi sebuah bencana apabila dihadiri langsung oleh ribuan hingga puluhan ribu penonton. Dalam acara bincang-bincang melalui sosial media WHO, Ryan mengatakan tidak bisa memprediksi kapan ajang olahraga besar bisa kembali dilanjutkan.

"Kerumunan besar dengan 40, 50, 60 ribu orang. Itu tidak hanya berisiko saat di stadion, tetapi juga saat dalam perjalanan ke stadion, dalam transportasi umum," kata Ryan, Rabu (5/8).

Sejumlah ajang olahraga besar, seperti Olimpiade Tokyo dan Euro 2020 sudah diundur hingga tahun depan. Sementara Liga Champions dan kompetisi sepak bola di Eropa dilanjutkan tanpa penonton.

Menurut Ryan, keputusan tanpa penonton itu merupakan opsi terbaik saat ini apabila tetap ingin melanjutkan kompetisi. Tak hanya stadion, tempat-tempat umum lainnya, seperti bar pun masih agak sulit untuk dibuka kembali sepenuhnya.

"Kami semua ingin ajang olahraga kembali. Kami hanya harus berhati hati untuk waktu yang lama. Saat ini, sulit bagi tempat-tempat untuk dibuka kembali sepenuhnya," ujarnya. (R-1)

BERITA TERKAIT