06 August 2020, 04:30 WIB

Butet Manurung Donasi Behuta Betanom Orang Rimba


Indrastuti | Humaniora

PENGGIAT literasi Saur Marlina Manurung atau yang lebih dikenal sebagai Butet Manurung, 48, sedang giat mengumpulkan donasi untuk program Orang Rimba di kawasan Jambi. 

Tidak tanggung-tanggung, dia mengajukan diri menjadi pembicara dalam kegiatan selama 25 hari. “Saya mengharapkan honorarium berupa donasi yang akan ditransfer langsung oleh si pengundang ke link @kitabisacom. Silakan klik link pada bio saya,” tulis Butet dalam unggahan Instagram-nya, pekan lalu.

Butet mengatakan, ia menggalangdana untuk pelaksanaan program Behuma Betanom, sebuah program membuat kebun kemandirian pangan bagi Orang Rimba. Program tersebut akan dijalankan kader Sokola Rimba di atas tanah seluas 5 hektare di kawasan Rimba.

“Di sana akan ada bank bibit, sawah, kolam ikan, dan kebun pangan buah-buahan lainnya dengan mempraktikkan tradisi tanam ajaran nenek moyang mereka. Menurut saya, program ini sangat layak untuk didukung,” imbuh pendiri Sokola Rimba (Sokola Institute) tersebut.

Menurut Butet, ia sengaja mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk Orang Rimba. Ia merasa, pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki saat ini didapatkan dari Orang Rimba. “Muridmurid adalah guruku,” lanjut Butet.

“Mohon bantuan teman-teman menyampaikan inisiatif ini kepada pihak yang sekiranya tepat. Bagi teman-teman yang ingin langsung berdonasi, terima kasih sekali.Berapa pun sama bermaknanya bagi kebaikan,” imbuhnya. 

Bagi yang bermaksud membantu, terang Butet, dapat menghubungi alamat e-mail rumasokola@yahoo.com atau melalui inbox di akun Instagram-nya.


Literasi

Butet yang bergabung bersama Warsi memberikan pengajaran kepada masyarakat Orang Rimba (Suku Kubu atau Suku Anak Dalam yang mendiami kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi). 

Orang Rimba yang hidup di hutan belantara sering kali dikategorikan sebagai suku terasing. Perempuan lulusan Antropologi, Universitas Padjajaran Bandung tersebut menerapkan pembelajaran bersifat antropologis. 

Ia tinggal bersama masyarakat didiknya sambil mengajar membaca, menulis, dan berhitung. Kemudian, ia mengembangkan sistem Sokola Rimba. Sokola adalah organisasi nonprofit yang menyediakan kesempatan pendidikan bagi masyarakat marginal di pelosok Indonesia. 

Sistem Sokola Rimba diterapkan pula di sejumlah tempat terpencil lainnya seperti di Halmahera dan Flores. Perjalanan Butet melakukan literasi mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. 

Pada 2004, majalah Time Asia memberinya penghargaan Heroes of Asia. Ia juga dianugerahi Asia Young Leader di 2007, Young Global Leader di 2009, Ernst and Young Indonesian Social Entrepreneur of the Year 2012. Butet juga mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award pada 2014.

Kisah Butet dan Sokola Rimba juga diangkat sutradara Riri Reza dan produser Mira Lesmana ke film berjudul Sokola Rimba yang dibintangi aktris Prisia Nasution. (H-3)
 

BERITA TERKAIT