05 August 2020, 17:50 WIB

DKI: Banyak Kantor Sengaja Tutupi Kasus Covid-19


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

BANYAK kantor di wilayah Jakarta yang menjadi klaster penyebaran covid-19. Tidak sedikit pengelola kantor yang berusaha menutupi karyawannya yang dinyatakan positif.

"Kalau yang nutup-nutupin pasti ada. Makanya kami imbau tidak usah ditutupin. Seumpama ditutupin, akhirnya ketahuan juga," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) DKI Jakarta, Andri Yansah, saat dihubungi, Rabu (5/8).

Pihaknya mengetahui kasus covid-19 di suatu kantor berdasarkan laporan. Mulai dari laporan eksternal, yakni dari masyarakat, dan laporan dari internal, seperti dari karyawan perusahaan itu sendiri.

Sejauh ini, Disnaker DKI telah menutup sementara 29 perusahaan. Sekitar 26 perusahaan di antaranya terdapat karyawan yang positif covid-19.

Baca juga: Maret-Agustus, Angka Positivity Rate Jakarta Tercatat 5,5%

"Kalau laporan dari karyawan, identitas dirahasiakan. Bahkan, kemarin yang 26 (perusahaan) itu malah dari internal. Karena dia (pelapor) tahu persis," jelas Andri.

Andri meminta perusahaan untuk terbuka jika ditemukan kasus covid-19. Apabila perusahaan bersikeras menutupi kasus, malah akan mengalami kerugian.

Begitu ada temuan kasus covid-19, kantor harus ditutup selama tiga hari untuk sterilisasi. Pegawai yang terinfeksi covid-19 harus menjalani karantina.

"Kami tidak harus melakukan penyidakan. Tetapi dari laporan instansi bisa dilakukan tracing dan penanggulangan terhadap penyebaran covid-19," tutupnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT