05 August 2020, 17:12 WIB

Airlangga Jelaskan Strategi Gas dan Rem Penanganan Covid-19


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KETUA Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto menjelaskan maksud penanganan pandemi dengan strategi gas dan rem yang dikemukakan Presiden Joko Widodo.

Pada strategi rem, pemerintah berupaya menekan penyebaran pandemi dan mencari vaksin untuk virus baru tersebut. 

"Vaksin sedang dipersiapkan untuk produksi oleh Bio Farma dan pemerintah akan mengalokasikan anggaran baik di 2020 maupun 2021 dan beberapa perusahaan sudah dalam jalur clinical trial ketiga mapun kedua, bekerja sama dengan Sinovac, Genexyn, Sinofarm, CEPI, dan yang lain," tutur Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (5/8).

Sementara pada strategi gas, ia menambahkan, pemerintah mendorong perekonomian melalui dukungan dan stimulus yang digelontorkan kepada masyarakat hingga industri.

"Yang didorong adalah terkait jaring pengaman sosial, jaring pengaman sektor riil dan sumber pendanaan yang pemerintha lakukan melalui penjaminan dan seatbeltnya adalah jaring pengaman sektor keuangan," jelas Airlangga.

Ia mengatakan, penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi menjadi dua sisi mata uang yang harus berjalan beriringan. Oleh karenanya program-program pemerintah yang dibuat diupayakan berjalan dengan efektif.

Baca juga: Tumbuh Negatif, Ini Perbandingan Indonesia dengan Negara Lain

Airlangga menambahkan, pada sisi pemulihan ekonomi, pemerintah saat ini berfokus pada 2,1 juta orang yang ter-PHK akibat pandemi covid-19. Fokus ini merupakan jangka pendek untuk mengatasi peningkatan jumlah pengangguran di Tanah Air.

"Tapi jangka pendek adalah mereka yang terkena dampak PHK, data kemarin yang diupdate oleh Kemnaker sebanyak 2,1 juta orang, akan diselesaikan melalui Kartu Prakerja lebih dalam dulu. Lalu penyelesaiannya melalui program lanjutan," kata Airlangga.

Selain itu pemerintah disebut tengah menggodok insentif baru yang berkaitan dengan modal kerja dan insentif kepada pekerja berpenghasilan di bawah Rp5 juta. Namun Airlangga enggan menjelaskannya lebih jauh lagi.

"Kami menyiapkan berbagai insentif, pertama terkait modal kerja untuk 12 juta UMKM, sedang di finalisasi. Kedua, support kepada mereka yang bekerja, ini sedang dimatangkan. Datanya sedang disiapkan dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga sesudah data by name by adress by rekening sudah ketemu ini program akan dijalankan," pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT