05 August 2020, 14:12 WIB

Peternak Sapi di Riau Tetap Untung di Era Kenormalan Baru


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

USAHA peternakan berperan penting sebagai sumber energi dan penggerak perekonomian masyarakat. Sebagai salah satu komponen Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System, IFS), usaha ternak sapi membawa berkah bagi Kelompok Tani (Koptan) Desa Simpang Perak Jaya, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, di tengah situasi pandemi covid-19.

Anggota Koptan, Toni Hartono, 44, mengaku, usaha sapinya masih berjalan seperti biasa dan tidak terpengaruh situasi pandemi. Usaha yang telah dirintis sejak lima tahun lalu ini sudah menampakkan hasil nyata bagi peningkatan perekonomian keluarganya.

"Sempat khawatir juga awalnya karena di situasi sulit ini, namun saya optimistis karena pandemi harus dihadapi dan kami terus merawat ternak termasuk mengolah hasil sampingannya. Tahun ini ada tiga sapi yang terjual untuk hewan kurban," kata Toni di lokasi peternakan sapi, Rabu (5/8).

Toni awalnya belajar secara otodidak dalam beternak Sapi Bali. Namun, hasilnya masih belum sesuai harapan. Di tahun 2015, ia mendengar adanya program dari sebuah perusahaan yang mengajak masyarakat untuk beternak sapi. Program tersebut menyediakan bantuan modal berupa sapi untuk dipelihara dan dikembangbiakkan. Setelah berkembang, sapi-sapi tersebut akan digulirkan kepada kelompok lain, sehingga manfaatnya bisa terus berkelanjutan.

"Dulu saya hanya petani biasa dengan penghasilan tak menentu. Sejak bergabung dengan Koptan, kami dibantu dan dilatih banyak hal mulai dari merawat sapi, mengolah pakan, kompos organik termasuk cara memanfaatkan kotoran sapi pun kami diajarkan. Jadi kami di rumah sudah menggunakan biogas untuk masak," ungkapnya.

Baca juga: Bangkitkan Pariwisata, Riau Luncurkan Gerakan Bisa

Selain bantuan modal bergulir, kelompok tani juga mendapat bantuan berupa suplemen, suntik vitamin dan obat-obatan.

Toni hanya satu dari sekian banyak masyarakat yang telah merasakan manfaat dari program pemberdayaan masyarakat dari dunia usaha. Ia pun kini tengah membangun rumah baru dari hasil penjualan sapi.

Manajer Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) BR Binahidra Logiardi mengatakan melalui kolaborasi dengan pemerintah, program usaha sentra peternakan terpadu (USPT) telah melibatkan sebanyak 24 koptan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan di Riau.

Perusahaan Grup APRIL ini telah menyalurkan bantuan sebanyak 260 sapi Bali kepada masyarakat yang diternakkan secara kelompok. Program ini menargetkan untuk memenuhi permintaan sapi kurban di Provinsi Riau.

"Masyarakat juga diajak studi banding ke sejumlah daerah di Riau dan Sumatra Barat guna belajar cara beternak dan memanfaatkan kotoran sapi untuk kompos. Selain itu, juga dibantu pemasaran pupuk kompos organik ke toko-toko bunga melalui merek Pupuk Andalan," jelasnya.

Setiap tahun, diakui Binahidra, penjualan sapi kurban milik mitra bina CD RAPP tetap tinggi termasuk saat pandemi covid-19 ini. Selain itu, para peternak diminta agar berpedoman pada protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Setiap sapi ternak berada di bawah pengawasan dan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan kita, bahkan peternak juga diberi pengetahuan tentang perawatan kesehatan dasar sapi ternak," tutur Binahidra.(OL-5)

BERITA TERKAIT