05 August 2020, 13:51 WIB

Ekonomi Kontraksi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

Namun, sektor pertanian menjadi salah satu sektor usaha yang mampu menahan kontraksi pertumbuhan pada kuartal II 2020.

"Pertumbuhan pertanian ini mengurangi laju kontraksi selama triwulan II 2020," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8).

Baca juga: Ekonomi Indonesia Triwulan II 2020 Minus 5,32%

Pada kuartal II 2020, sektor pertanian tumbuh positif sebesar 16,24% (q-to-q) dan 2,19% (yoy). Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2020 menjadi 15,46%. Besaran itu naik dari kontribusi kuartal II 2019, yakni 13,57%.

Selain pertanian, sektor lain yang berkontribusi besar terhadap PDB ialah industri, perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Namun pada kuartal II 2020, hanya sektor pertanian yang tumbuh positif.

"Pergerakan di lima sektor ini sangat berpengaruh pada ekonomi Indonesia. Sayangnya, pada triwulan II 2020 hanya ada satu sektor yang positif, yaitu pertanian. Sementara empat lainnya terkontraksi," pungkas Suhariyanto.

Baca juga: BPS: Pandemi Covid Beri Efek Domino

Menyoroti 17 sektor lapangan usaha yang berkontribusi pada PDB, ada tiga sektor yang tumbuh positif. Rinciannya, pertanian, informasi dan komunikasi yang tumbuh 10,88%, kemudian pengadaan air tumbuh 4,56%.

Lebih lanjut, dia menyebut kinerja positif sektor pertanian disebabkan pertumbuhan tanaman pangan sebesar 9,23% (yoy). Mengingat, musim panen raya mengalami pergeseran.

"Ada pergeseran panen raya yang tahun lalu jatuh di Maret. Pada tahun ini panen raya jatuh di April puncaknya dan masih terjadi pada Mei. Sehingga, tanaman pangan pada triwulan II 2020 tumbuh bagus," imbuhnya.

Baca juga: Indeks Manufaktur Juli 2020 Naik, Menperin: Ekonomi Mulai Bangkit

Adapun tanaman hortikultura tumbuh 0,86% dan berkontribusi positif pada sektor pertanian. Pertumbuhan positif disebabkan peningkatan produk buah-buahan, sayuran, tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah. Catatan positif juga terjadi pada subsektor tanaman perkebunan yang tumbuh 0,17%.

"Ini ditandai dengan kenaikan produksi kelapa sawit, kopi dan tebu. Meski harga turun, permintaan komoditas kelapa sawit cukup tinggi," tukas Suhariyanto.

Sedangkan subsektor peternakan mengalami pertumbuhan negatif 1,83% pada kuartal II 2020. Itu disebabkan penurunan permintaan produk peternakan, seiring banyak restoran yang tutup akibat pandemi covid-19. Hal serupa juga terjadi pada subsektor perikanan yang tumbuh negatif 0,63%.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT