05 August 2020, 12:42 WIB

Pasien Sembuh Covid-19 di Babel Bertambah


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

KASUS pasien positif yang dinyatakan sembuh dan bebas dari Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) bertambah dua orang salah satunya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Babel, Mikron Antariksa, mengatakan kondisi terkini jumlah pasien positif Covid-19 di Babel sebanyak 197 orang dan ada dua orang yang sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Pasien Sembuh dan Pasien Positif di Klaten Bertambah

"Hari ini ada dua pasien yang dinyatakan sembuh mereka berasal dari Bangka, satu orang WNA asal Tiongkok berinisial ZD, 45, dan SZ, 52, warga Desa Beluluk Kabupaten Bangka Tengah,"kata Mikron, Rabu (5/8).

Dengan bertambahnya dua pasien sembuh ini, artinya sudah ada 175 pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan kembali berkumpul bersama keluarga.

"Sekarang yang masih perawatan ada 18 orang, 2 pasien meninggal dan 175 sembuh," ujarnya.

Sementara, update informasi Surveilan Epemiologi di Babel data kasus suspek berjumlah 1.366 dengan rincian 45 diisolasi, discarded 678 orang dan kasus probable 1.

Lalu, data pemantauan kontak erat saat ini berjumlah 3.677 dengan rincian menjadi kasus suspek tiga, kasus konfirmasi 151, mangkir pemantauan nihil dan discarded 1.816 orang.

"Untuk menjadi catatan dan perhatian bahwa beberapa kasus Covid-19 terakhir di Babel belakangan menunjukkan fakta bahwa transmisi lokal penularan Covid-19 masih terjadi dan hal ini tak bisa diremehkan apalagi disepelekan," jelasnya.

Adalah fakta bahwa selama vaksin Covid-19 belum ditemukan, maka kemungkinan dan potensi penularan Covid-19 akan terus terjadi, dan di Babel saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor (imported case), namun sudah terjadi kasus transmisi lokal (local transmission) yang cukup banyak.

"Hal ini mesti menjadi perhatian semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Masyarakat tak boleh lengah, harus tetap awas dan peduli, namun jangan pula panik berlebihan," ucap Mikron. (OL-6)

BERITA TERKAIT