05 August 2020, 10:39 WIB

Jokowi Minta Pemilu di Masa Pandemi Tetap Demokratis


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PELAKSANAAN Pilkada Serentak 2020 harus tetap berjalan secara demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil walaupun berlangsung di tengah masa pandemi covid-19.

Hal itu ditekankan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/8).

Situasi seperti saat ini semestinya justru menjadi momentum bagi pelaksana pemilu untuk menggelar pesta demokrasi secara lebih berkualitas.

Pasalnya, tidak hanya aspek keamanan dan kenyamanan pemilihan saja yang dikedepankan, sisi keselamatan dan kesehatan juga ikut diprioritaskan.

Baca juga: Kotak Kosong Berhak Kampanye

"Penerapan protokol kesehatan harus betul-betul menjadi sebuah kebiasaan baru dalam setiap tahapan pilkada sehingga nantinya tidak menimbulkan klaster baru atau gelombang baru covid-19," ujar Jokowi.

Pelaksanaan pemilu di masa pandemi sedianya bukan suatu hal yang tidak mungkin dilakukan.

Beberapa negara seperti Singapura, Jerman, Prancis, dan Korea Selatan juga telah melaksanakan kegiatan serupa.

Pemilu tetap bisa berjalan dengan aman tanpa menimbulkan dampak negatif selama protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

"Yang paling penting kita harus bisa meyakinkan pemilih bahwa KPU dan pemerintah sangat concern terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kita akan memberikan rasa aman. Kita harapkan tingkat partisipasi pemilih tetap pada kondisi yang baik," tutur mantan wali kota Solo itu.

Kepala negara juga mengatakan telah menerima laporan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait kesiapan anggaran.

"Nanti saya juga meminta laporan antisipasi keamanan dan kerawanan dalam pilkada ini yang menyangkut kurang lebih 270 pilkada baik pemilihan gubernur, bupati dan wali kota," tandasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT