05 August 2020, 09:27 WIB

Kejagung Periksa 12 Saksi Terkait Korupsi Jiwasraya


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

TIM Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Selasa (4/8), kembali memeriksa 12 saksi terkait tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya.

"Tim Jaksa Penyidik memeriksa 12 saksi terkait perkara Jiwasraya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono, dalam keterangan resmi, Selasa (4/8) malam.

Hari menjelaskan 12 saksi itu merupakan pengurus maupun karyawan perusahaan Manager Investasi, pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI), serta karyawan PT Asuransi Jiwasraya.

"Saksi-saksi diperiksa untuk tersangka korporasi," sebutnya.

Baca juga: Kejagung Janji Transparan Tangani Jaksa Pinangki

Sebanyak 12 saksi yang diperiksa yakni saksi untuk tersangka korporasi PT Millenium Capital Management yaitu karyawan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Dicky Kurniawan

Saksi untuk tersangka korporasi PT Jasa Capital Asset Management yaitu Kasi Pasar Modal PT AJS Iwa Kustiwa, Kasi Pasar Modal PT AJS Bramantyo Adhi Nugroho, dan Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy.

Saksi untuk tersangka korporasi PT Treasure Fund Investama yaitu Direktur Kepatuhan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Bob Tyasika.

Saksi untuk tersangka korporasi PT Corfina Capital yaitu anggota Tim Pengelola Investasi PT Corfina Capital Sonny S Atmojo dan Head of Custodian Deutsche Bank Indonesia Mina.

Saksi untuk tersangka korporasi PT Sinarmas Asset Management yaitu mantan Komisaris PT Treasure Fund Investama, Komisaris dan Direksi PT Topas Investment Utomo Pusposuharto.

Saksi untuk tersangka korporasi PT Pinnacle Persada Investama yaitu Kepala Unit Pemeriksaan Transaksi Bursa Efek Indonesia Endra Febri Setyawan, Institutional Equity PT Trimegah Securities Tbk Glen Riyanto, dan Komisaris Utama PT Pinancle Persada Investama Rinaldi Firmansyah.

Saksi untuk tersangka korporasi PT Pan Arcadia Capita yaitu Wakil Direktur Utama PT PAN Bothers Tbk Anne Patricia Sutanto.

"Keterangannya para saksi dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaan dan kaitan mereka dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia," jelasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT