05 August 2020, 06:33 WIB

Pemerintah Bahas Teknis Kampanye Penggunaan Masker


Atalya Puspa | Humaniora

ANGKA kasus positif covid-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Hal tersebut menunjukkan masih abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Presiden Joko Widodo, dalam rapat kabinet terbatas, Senin (3/8), menyebut masyarakat kelas ekonomi menengah bawah masih sulit menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun.

Presiden menekankan, selama dua minggu ke depan, penggunaan masker menjadi prioritas dalam kampanye dan sosialisasi protokol kesehatan.

Baca juga: Korona Picu Diabetes Baru

Karena itu, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), mulai membahas teknis kampanye penggunaan masker dan pengadaan masker secara besar-besaran.

"Menindaklanjuti arahan Presiden, Pak Presiden meminta agar sosialisasi dan edukasi tentang protokol kesehatan dilakukan satu per satu. Khususnya untuk masyarakat awam agar mereka lebih mudah memahaminya. Dimulai yang paling esensial yaitu memakai masker," ujar Menteri Koordinator Bidang PMK Muhadjir Effendy dalam keterangan resmi, Selasa (4/8).

Muhadjir menerangkan pemerintah, melalui koordinasi Kemenko PMK, akan membentuk program untuk menggencarkan kampanye penggunaan masker. Beberapa di antaranya yaitu pengukuhan duta masker untuk kampanye penggunaan masker, pembagian bansos dengan disertai masker, sosialisasi penegakan hukum dan penegakan disiplin dilakukan secara masif, serta menggunakan iklan layanan masyarakat di media cetak, televisi, media daring, dan iklan billboard.

"Sasaran utama dari kampanye ini yaitu masyarakat yang berkegiatan di pasar tradisional, modern, terminal, stasiun, fasilitas umum, tempat ibadah kegiatan keagamaan ruang terbuka publik, tempat tinggal bersama seperti panti, mereka yang beraktivitas di jalan dan sebagainya," ucapnya.

Selain itu, Muhadjir memberikan arahan kepada MenkopUKM Teten Masduki dan Kementerian BUMN untuk membeli masker sebanyak-banyaknya dari industri mikro dan ultra mikro.

Hal itu dilakukan, selain untuk memenuhi kebutuhan masker di masyarakat, juga untuk membantu masyarakat yang mengantungkan hidup dari industri mikro.

"Ini dilakukan agar menyerap industri dari usaha mikro dan ultra mikro. Juga untuk memenuhi kebutuhan puluhan juta masker sesuai arahan Presiden," tegasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT