05 August 2020, 04:35 WIB

Banyak Wisatawan Ditolak Masuk GLZoo


Agus Utantoro | Nusantara

SETELAH ditutup untuk kunjungan wisatawan selama hampir 4,5 bulan, Kebun Binatang Gembira Loka (GLZoo) Yogyakarta kembali dibuka.

GLZoo beroperasi kembali dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sehingga banyak pengunjung tidak bisa masuk. Direktur Utama GLZoo KMT A Tirtodiprojo mengatakan pihaknya menolak banyak wisatawan karena mereka tidak memenuhi persyaratan protokoler kesehatan.

Kebanyakan pengunjung yang tidak lolos berasal dari luar kota karena membawa balita atau mengajak keluarga yang sudah lansia.

“Syarat masuk pengunjung yang dari luar kota memang harus tinggal di Yogya dulu selama dua minggu,” jelas Tirtodiprojo yang akrab disapa Joko, kemarin.

GLZoo beroperasi kembali sejak Senin (3/8) pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB. Hampir separuh pengunjung merupakan rombongan dengan mobil pelat luar kota, seperti Jakarta, Bogor, Madiun, Semarang, Magelang, Klaten, Kudus, dan wilayah Jateng lainnya.

Mereka tidak diperkenankan masuk karena belum dua minggu tinggal di Kota Yogyakarta. “Ada konsulat jenderal dari Jakarta, itu pun terpaksa kami tolak masuk ke GLZoo,” tutur Joko.

Minggu ini hanya 300 pengunjung diperbolehkan masuk, minggu berikutnya 500, dan seterusnya tidak lebih 2.500 orang per hari. Pembatasan untuk mencegah jangan sampai terjadi klaster baru penularan covid-19.

Dalam upaya menekan penularan virus ganas korona, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru turut langsung membagikan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan face shield kepada masyarakat.

Herman memberikan APD kepada para pedagang di Pasar Marga Sungsang, Banyuasin. Ada 1.600 set APD yang dibagikan. “APD ini untuk mendukung produktivitas perekonomian di tengah situasi pandemi covid-19 agar masyarakat tetap bisa beraktivitas, khususnya sektor perekonomian,” ujarnya.

Pentingnya mematuhi protokol kesehatan covid-19 juga disampaikan Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan. Menurutnya, disiplin warganya semakin menurun terutama dalam pemakaian masker. “Ini sangat saya sayangkan,” cetusnya.

Dalam upaya melecut kembali disiplin masyarakat, Pemkot Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai memberlakukan sanksi denda kepada setiap orang yang tidak memakai masker di luar rumah. (AU/DW/RF/AD/N-1)

BERITA TERKAIT