05 August 2020, 06:11 WIB

Satgas TNI Konga Selamatkan Warga


RO/P-5 | Politik dan Hukum

PRAJURIT Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco berhasil mengevakuasi warga sipil Kongo yang menjadi korban penghadangan bandit bersenjata di Republik Kongo. Sebagaimana dikutip dari rilis tertulisnya Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (Monusco) Kolonel Inf Daniel Lumbanraja, bertempat di Base Camp Indo RDB Kalemie, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo.

“Kolonel Inf Daniel Lumbanraja menyampaikan peristiwa penghadangan tersebut dilakukan 10 bandit bersenjata terhadap dua kendaraan truk yang melintas di Kako Village, 10 km dari Static Combat Deploymet (SCD) Lulimba, Sabtu (1/8) dini hari,” ujar Papen Satgas TNI Konga XXXIX-/RDB Monusco, Lettu Laut (KH/W) Lilia Budiyanti, kemarin.

Informasi itu beredar dengan cepat dan diterima CLA dari Chief Village, kemudian disampaikan kepada Komandan SCD Lulimba Mayor Inf Yoni untuk meminta perlindungan pengamanan dan pertolongan bagi korban yang terluka.

Dalam menanggapi laporan tersebut, Komandan SCD Lulimba segera mengirim 35 personel yang tergabung dalam tim Long Range Patrol (LRP), terdiri dari Quick Response Team dan tim medis ke lokasi kejadian dalam rangka melaksanakan protection of civilian (POC). Setibanya di lokasi, Tim LRP yang dipimpin Lettu Arm Sudarmo langsung mengamankan wilayah dan memberikan bantuan pengobatan.

“Adapun koban akibat penghadangan, terdiri dari 3 orang meninggal, 22 orang terluka, dan beberapa orang mengalami penganiayaan dari para bandit,” tambah Lilia.

Seusai berhasil menyelamatkan para korban, Dantim LRP dibantu Language Assistance (LA) berkoordinasi melekat dengan Armed Forces of the Democratic Republic of the Congo (FARDC) dan local police untuk proses Investigasi lebih lanjut. Di samping itu, koordinasi dilakukan dengan Medecins Sans Frontiares (MSF) Team terkait evakuasi korban ke rumah sakit Lulimba dan Misisi. (RO/P-5)

BERITA TERKAIT