05 August 2020, 04:20 WIB

Tanggap Darurat Lagi


Agus Utantoro | Nusantara

PAGEBLUK belum berlalu. Status tanggap darurat di sejumlah daerah terus diperpanjang.

“Kita tidak tahu kondisi darurat ini sampai kapan? Apakah sampai ada obat untuk covid-19? Kita juga tidak tahu,” kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, kemarin.

DI Yogyakarta sudah menyatakan diri dalam status tanggap darurat hingga 31 Agustus. Namun, status itu bisa saja diperpanjang sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Raja Keraton Yogyakarta itu berharap tanggap darurat tidak berlaku hingga bertahun-tahun. “Mungkin, setelah kesadaran bersama terbentuk, status itu tidak perlu diperpanjang lagi.”

Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, juga sudah dua kali memperpanjang masa tanggap darurat, yang berakhir 31 Juli. Namun, Bupati Achmad Husein masih memutuskan untuk memperpanjang status tersebut.

“Tanggap darurat diperpanjang untuk ketiga kalinya sampai akhir Agustus. Untuk memaksimalkan penanganan, kami akan gunakan anggaran belanja tidak terduga,” tuturnya.

Banyumas, sambung Kepala Dinas Kesehatan Sadiyanto, terus menggencarkan tes usap. “Total sudah 6.500 tes. Kami akan menambah 2.000 tes lagi.”

Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, juga belum bisa berleha-leha. Mereka masih harus memperpanjang masa adaptasi kebiasaan baru.

“AKB tahap pertama habis 31 Juli. Pemprov memperpanjang hingga 29 Agustus karena ada kecenderungan jumlah kasus baru meningkat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Alex Suheriyawan.

Dari sejumlah daerah dilaporkan penjangkitan terus terjadi. Di Sidoarjo, Jawa Timur, seorang hakim dipastikan positif menderita covid-19. Selain semua hakim dan pegawai pengadilan harus menjalani tes cepat, sejumlah sidang pidana dan perdata pun terpaksa ditunda.

Di Bengkulu, Kantor DPRD Kota juga ditutup setelah dua pegawai sekretariat terpapar dan seorang di antaranya meninggal dunia.

Penutupan kantor juga dilakukan di DPRD Bangka Belitung setelah tiga anggota dewan positif. Sementara itu, di Temanggung, Jateng, ada penambahan 5 pasien baru setelah daerah ini selama beberapa minggu hanya merawat satu pasien. (AT/LD/UL/HS/MY/RF/TS/N-2)

BERITA TERKAIT