05 August 2020, 05:50 WIB

Vaksin Hepatitis B Krusial saat Bayi Lahir


Ifa/Ata/H-2 | Humaniora

MOMEN kelahiran bayi merupakan fase krusial pemberian vaksinasi hepatitis B. Pasalnya, sekitar 95% penularan hepatitis B pada anak terjadi pada saat kelahiran, sementara sisanya, sebanyak 5%, terinfeksi di dalam kandungan.

Hal tersebut diungkapkan dokter spesialis kesehatan anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hanifah Oswari dalam webinar Hari Hepatitis Sedunia 2020 pada 28 Juli lalu.

“Jadi, pada saat lahir ini, kita menghadapi saat yang paling penting untuk bertindak segera agar menyelamatkan bayi-bayi dari hepatitis B,” kata dr Hanifah.

Ia menjelaskan vaksinasi hepatitis B diberikan pada bayi yang baru lahir dalam waktu kurang dari 24 jam agar terbentuk respons antibodi. Virus hepatitis sendiri merupakan virus yang sangat infeksius, terutama hepatitis B dan C. Ia dapat menyebabkan sirosis hati, kanker hati, bahkan kematian.

Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi virus hepatitis B di Indonesia sebesar 7,1% atau sekitar 18 juta kasus. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengakui pandemi covid-19 memengaruhi jalannya prog­ram imunisasi dan deteksi dini. Ia pun mengajak semua warga negara bergerak bersama menyuarakan pentingnya pencegahan hepatitis.

Alasan itu pula yang melatarbelakangi PT Kalbe Farma Tbk untuk menggencarkan edukasi hepatitis. “Kami mengajak masyarakat melakukan deteksi dini agar dapat memutus rantai ancaman penularan,” ujar Pharma Marketing Director PT Kalbe Farma Tbk Ridwan Ong, Selasa (27/7).

Untuk deteksi dini hepatitis B, Kalbe Group memberikan rapid test HBsAg secara gratis kepada pengunjung outlet Kalcare se-Jabodetabek dan pasien home care Kalgen Innolab selama periode 25 Juli-2 Agustus 2020. (Ifa/Ata/H-2)

BERITA TERKAIT