05 August 2020, 05:30 WIB

Diet Mediterania Kurangi Risiko Kanker


Aiw/Ata/H-2 | Humaniora

KASUS kanker di Indonesia meningkat dari 1,4 per mil pada 2013 silam menjadi 1,8 per mil pada 2018 dengan penderita didominasi perempuan menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

Dari penelitian diketahui bahwa penyebab dari kanker atau risk cancer itu hampir 30% berhubungan dengan faktor nutrisi dan obesitas 20%.

“Keduanya berhubung­an dengan makanan. Jadi, sebenarnya faktor lain (yang menyebabkan kanker) bisa kita kurangi dengan memperbaiki diet dan status gizi kita ini,” ucap dokter spesialis gizi RS Cipto Mangunkusumo Dyah Eka dalam webinar Nutrition in Cancer Patients, belum lama ini.

Menurutnya, bahan makanan seperti buah dan sayur mampu menurunkan risiko penyakit kanker. Agar kecukupan gizi sayur dan buah harian tercukupi, imbuhnya, pasien kanker bisa melakukan diet yang banyak me­ngonsumsi buah dan sayur seperti diet Mediterania.

“Sebenarnya pola diet Me­diterania ini adalah diet yang polanya sesuai dengan diet yang dikatakan bisa mencegah kanker karena dia tinggi makan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan,” imbuhnya.

Pada piramida diet Mediterania, kita diharuskan melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga dan mengonsumsi buah serta sayur setiap hari. Kemudian, sering mengonsumsi ikan dan makanan laut setidaknya dua kali seminggu. Konsumsi telur, susu, dan olah­annya dalam ukuran sedang, serta kurangi makan daging dan makanan manis.

“Dalam dietnya, ada yang namanya sayur dan buah mengandung antioksidan tinggi, ada flavonoid, tahu, tempe, kedelai, ternyata akan mengurangi risiko inflamasi juga mencegah kanker. Daging merah yang lebih sedikit dan fibernya cukup tinggi sehingga memang diet yang seperti ini yang ternyata bisa membantu untuk mencegah terjadinya kanker,” tandasnya. (Aiw/Ata/H-2)

BERITA TERKAIT