05 August 2020, 04:00 WIB

Pemprov Sumut Ambil Alih Penanganan Korona 3 Daerah


Yoseph Pencawan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara mengambil alih penanganan pandemi covid-19 di tiga daerah dalam upaya menekan laju penambahan kasus positif yang terus meningkat tajam.

Ketiga daerah itu ialah Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang, yang hingga kini masih berstatus zona merah dan menjadi penyumbang kasus positif terbanyak di Sumut.

“Untuk mencegah tren peningkatan penularan wabah, maka penanganan pandemi di ketiga daerah itu diambil alih oleh tim satuan tugas provinsi,” tegas Gubernur Sumut Edy Rahmayadi seusai memimpin rapat bertajuk Peningkatan Pengendalian Covid-19 Sumut, kemarin.

Gubernur memangggil ketiga kepala daerah zona merah itu karena penyebaran korona di wiayah mereka sudah sangat serius. Sayangnya, bukan semua pucuk pimpinan yang datang. Kota Binjai dihadiri langsung Wali Kota Muhammad Idaham, Deli Serdang mengutus Wakil Bupati Ali Yusuf Siregar, sedangkan Kota Medan diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Arjuna Sembiring.

Pertemuan berlangsung tertutup di Posko Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut yang berdampingan dengan rumah dinas gubernur di Jalan Sudirman, Medan.

Edy Rahmayadi memastikan tidak ada satu pun aturan yang dilanggar atas pengambilalihan penanganan pandemi korona di tiga daerah.

Tindakan cepat yang diperintahkan Edy segera dilakukan, yakni mengisolasi korban terpapar menurut kelompok meliputi gejala ringan, gejala sedang, gejala berat, dan tanpa gejala.

Selanjutnya, dibentuk tim terpadu yang bertugas mendisiplinkan warga agar mematuhi protokol kesehatan. Ketiga daerah itu disorot karena warganya masih mengabaikan pemakaian masker, menjaga jarak, dan cuci tangan.

Namun, Edy masih mempertimbangkan pemberlakuan pengenaan sanksi berupa denda uang bagi pelanggar protokol.

“Nanti kalau pakai denda uang, uang masyarakat pun enggak cukup lagi,” cetusnya.

Hingga Senin (3/8), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut mencatat yang terpapar virus korona mencapai 4.193 orang.


Melonjak

Bukan hanya Sumut yang mengkhawatirkan penularan virus korona demikian masif, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan juga terus mencari formula untuk menekan penyebaran.

Selama sehari kemarin terjadi penambahan korban terpapar di Jateng sebanyak 260 orang sehingga kasus positif sudah tembus 10 ribu, tepatnya 10.214.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mewanti-wanti Jepara karena di daerah itu selain penye barannya merata, juga memi liki pola klaster yang tidak jelas sehingga petugas mengalami kesulitan mendeteksi sebagai upaya percepatan penanganan.

“Saya ingatkan kepada teman-teman kepala daerah untuk tetap mewaspadai karena sesuai prediksi saya sebelumnya angka covid-19 akan terus membesar seiring dilakukan tes massal,” papar Ganjar. Jateng telah melakukan 138.500 tes covid-19 hingga kemarin.

Kenaikan kasus di Jateng diimbangi penambahan pasien sembuh yang mencapai 6.507 orang (63,71%). Sebanyak 2.791 orang (27,33%) masih dirawat di berbagai rumah sakit di 35 kabupaten/kota.

Kalimantan Selatan juga mengikuti jejak Jateng. Sekalipun penyebaran virus korona belum bisa dikendalikan bahkan bermunculan klaster baru, angka kesembuhan pasien terus meningkat.

Sejauh ini persentase kesembuhan sudah 57,41%. Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalsel, kemarin, merilis bahwa korban terpapar mencapai 6.238 kasus. “Ada penambahan kasus positif 46 orang. Namun, penderita covid-19 yang sembuh juga bertambah sebanyak 56 orang,” ungkap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kalsel, Muslim. (DY/AS/DW/N-1)

BERITA TERKAIT