05 August 2020, 05:17 WIB

Haji Lancar, Saudi Diharapkan Buka lagi Umrah


Ifa/X-8 | Humaniora

PENYELENGGARAAN ibadah haji 1441 H di tengah pandemi covid-19 sudah selesai pada 12 Zulhijah atau 2 Agustus 2020 dan berlangsung
lancar. Pemerintah Arab Saudi pun diharapkan membuka kembali kesempatan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah umrah.

Dalam kondisi normal, selesainya gelaran haji sekaligus menandai dibukanya musim penyelenggaraan ibadah umrah. Konsul Haji KJRI Jedah Endang Jumali mengaku terus memantau kebijakan Arab Saudi terkait kemungkinan dibukanya umrah.

“Saya kemarin sudah kontak dengan bagian teknis di Kementerian Haji Arab Saudi membicarakan kemungkinan rapat membahas pelaksanaan umrah pascahaji 1441 H,” ujar Endang dalam keterangan resmi, kemarin.

Penyelenggaraan ibadah umrah dimoratorium sejak akhir Februari 2020. Saat itu, seiring dengan merebaknya pandemi covid-19 di berbagai negara, Saudi mengeluarkan kebijakan menangguhkan sementara akses masuk ke negaranya, baik untuk umrah maupun ziarah.

Endang memperkirakan musim umrah akan dibuka kembali. Apalagi, jumlah kasus covid-19 di Saudi terus turun. Data per 25 Juli 2020 menunjukkan ada 2.200 kasus covid-19 di Saudi, sedangkan per 2 Agustus sudah terus berkurang menjadi 1.357 kasus.

Jika tren penurunan covid-19 terus berlanjut, kata Endang, tidak menutup kemungkinan penerbangan internasional akan kembali dibuka, termasuk untuk jemaah umrah. “Suksesnya penyelenggaraan haji dengan penerapan protokol kesehatan akan menjadi role model penyelenggaraan umrah,’’ tuturnya.

Menurut Sekjen Forum SATHU (Silaturahmi Asosiasi Travel Haji Umrah) Muharom Ahmad, pelak- sanaan haji tahun ini memperlihatkan kesiapan Saudi untuk tetap menyelenggarakan ibadah meski pandemi covid-19 masih mengancam. Dia yakin ibadah umrah juga dilaksanakan dengan protokol yang ketat.

“Terlepas kapan dibukanya, tetapi ada sinyal yang berkembang bahwa Saudi akan mulai menerima (jemaah umrah) dari luar atau internasional itu pada Oktober 2020,” kata Muharom.

Menurutnya, pelaksanaan umrah nanti juga akan dibatasi dan dibarengi dengan prosedur-prosedur lainnya termasuk protokol kesehatan. “Namun, setidaknya jika umrah dibuka dan dimungkinkan jemaah Indonesia bisa turut serta, ini ialah kabar baik, baik bagi jemaah maupun penyelenggara.’’ (Ifa/X-8)

BERITA TERKAIT