05 August 2020, 05:10 WIB

Kekeringan Ekstrem Melanda Daerah


LD/PO/UL/X-11 | Nusantara

SEJUMLAH wilayah di Jawa Tengah mulai mengalami kekeringan ekstrem dengan tidak adanya hujan selama lebih dari 60 hari.

“Wilayah itu ialah Kebumen selatan, Sukoharjo selatan, Klaten selatan, dan Wonogiri barat. Ada juga yang kering hanya sekitar 1-5 hari, yaitu Cilacap dan Karanganyar selatan,” kata pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan, kemarin.

Sementara di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sedikitnya 170 hektare sawah gagal tanam. Kekeringan mengakibatkan pasokan air Bendungan Tilong ke persawahan tersendat.

“Tahun ini hanya 30 hektare yang bisa diolah dan ditanami padi,” kata Moses Nuban, petani di Noelbaki.

Petani kini mengandalkan pasokan air dari mata air Oetulu yang hanya mampu bertahan sampai September. “Sejumlah petani juga mulai membuat sumur bor secara manual di lahan persawahan mereka sejak sebulan terakhir,” tambah Moses.

Bendungan Tilong ialah bendungan terbesar di Kabupaten Kupang yang mampu menampung air sampai 19 juta meter kubik. Airnya juga dialirkan ke persawahan di desa lain, seperti Oelnasi, Manufui, dan Tasipah.

Kasatker Bendungan Tilong, Balai Wilayah Sungai NTT, Bernadeta Tea, mengatakan, pada awal 2020, daya tampung Bendungan Tilong kini tersisa hanya 3 juta meter kubik.

Puncak kemarau

Puncak musim kemarau saat ini juga tengah berlangsung di wilayah Cirebon, Indra mayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Forecaster pada BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, meminta masyarakat mewaspadai kekeringan dan kebakaran hujan.

“Waspada pula akan terjadinya cuaca ekstrem, seperti suhu udara tinggi, angin kencang, dan kelembaban udara yang rendah,” ujarnya.

Ditambahkannya, sekalipun saat ini wilayah Ciayumajakuning berada di puncak musim kemarau, hingga tiga hari ke depan diprakirakan cuaca akan berawan. Ini disebabkan adanya perlambatan kecepatan angin dan kelembapan udara pada lapisan atas yang cukup tinggi sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan. (LD/PO/UL/X-11)

BERITA TERKAIT