05 August 2020, 05:00 WIB

Sinyalkan Pemulihan, Indeks PMI Meningkat


Hld/E-1 | Ekonomi

Purchasing managers index (PMI) Manufaktur Indonesia Juli 2020 mengalami kenaikan ke level 46,9 atau 7,8 poin lebih tinggi daripada bulan sebelumnya yang menempati posisi 39,1.

Menteri Perindustrian Agus Gumi­wang Kartasasmita mengatakan angka tersebut memperlihatkan aktivitas industri manufaktur di Tanah Air terus melaju di tengah tekanan dampak pandemi covid-19.

“Peningkatan PMI menunjukkan bahwa industri dalam negeri terus mengalami pemulihan. Kita sudah melihat adanya pertumbuhan dan berangsur-angsur rebound selama masa pandemi ini,” kata Agus dalam keterangan resminya, kemarin.

Lonjakan 7,8 poin pada hasil survei yang dirilis IHS Markit tersebut didasari peningkatan kepercayaan bisnis terhadap kondisi pasar yang lebih normal. Headline PMI pada Juli 2020 merupakan level tertinggi sejak Februari lalu, yang membuktikan operasional sektor industri di dalam negeri perlahan mulai pulih.

PMI Manufaktur akan terangkat kembali di titik ekspansif (level 50) seperti yang dicapai pada Februari di poin 51,9.

“Paling tidak, angka-angka yang ada sudah bisa menjadi indikator bahwa perekonomian kita mulai bangkit kembali,” tuturnya.

Menurut Agus, bukti lain ekonomi Indonesia mulai membaik ialah pertumbuhan investasi di sektor industri.

“Pemulihan juga kita bisa lihat dari nilai investasi industri pada semester I tahun 2020 yang mengalami kenaikan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni dari Rp104,6 triliun menjadi Rp129,6 triliun,” ungkapnya.

Bahkan pada periode Januari-Juni 2020, industri pengolahan nonmigas masih konsisten menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional.

Total nilai pengapalan produk sektor manufaktur mampu menembus hingga US$60,76 miliar atau menyumbang 79,52% dari keseluruhan angka ekspor nasional yang mencapai US$76,41 miliar.

“Pemerintah juga telah menggulirkan stimulus atau insentif bagi perlindungan sektor in­­dustri di dalam negeri untuk menghadapi situasi pandemi saat ini,” ujarnya.(Hld/E-1)

BERITA TERKAIT