05 August 2020, 04:49 WIB

Tangani Pasien Komorbid Lebih Baik Dapat Tekan Angka Kematian


Ins/Fer/X-7 | Humaniora

BILA setiap provinsi dapat menangani pasien komorbid (pasien dengan penyakit penyerta) dan usia lanjut secara lebih baik, angka kematian akibat covid-19 di Indonesia dapat ditekan.

“Secara nasional, kasus kematian akibat covid-19 masih 4,68%. Masih di atas angka kematian global yaitu 3,79%. Namun, dengan disiplin dan semangat dari masyarakat dalam melindungi kelompok rentan dan perawatan (treatment) yang baik serta memadai, angka kematian tersebut sejak Maret hingga Juli menurun,” kata Juru Bicara Satgas Penangan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, kemarin.

Ia juga mengumunkan lima provinsi dengan kasus kematian tertinggi covid-19 yakni Jawa Timur diikuti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Adapun lima besar provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif ialah Jawa Timur (23.412), DKI Jakarta (23.026), Sulawesi Selatan (9.861), Jawa Tengah (9.887), dan Jawa Barat (6.787).

Sementara itu, angka kesembuhan rata-rata nasional berada di kisaran 61,79%. Provinsi dengan tingkat kesembuhan paling tinggi ialah Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah, masing-masing 91,73%.

“Semua pihak harus bahu-membahu memerangi virus menular covid-19. Kuncinya, dengan mematuhi protokol kesehatan di setiap aktivitas di luar rumah,” tambah Wiku.

Hingga kemarin siang, data Kementerian Kesehatan menunjukkan penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 1.992 orang sehingga total ada 115.056 kasus. Untuk pasien sembuh menjadi 72.050 setelah ada penambahan 1.813 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 5.388 dengan penambahan 86.

Terpisah, Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan) Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan tidak ada lonjakan pasien covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta. “Ruangan rawat inap di rumah sakit tersebut masih bisa menampung pasien. Tidak ada yang terlalu signifikan (naik). Masih terkendali sesuai laporan per harinya,” ujarnya.

Hingga kemarin, ada 1.400 pasien yang dirawat inap di rumah sakit itu.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah laporan warganet yang menyebut ada lonjakan pasien di RSD Wisma Atlet. (Ins/Fer/X-7)

BERITA TERKAIT