05 August 2020, 02:10 WIB

Penyiapan SDM Terkendala saat Anak di Usia Dini


MI | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan terdapat sejumlah jebakan saat anak berusia dini sehingga banyak orangtua gagal menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.

“Jebakan pertama ialah rendahnya kesadaran orangtua terhadap pendidikan anak,” kata Muhadjir saat menjadi pembicara kunci pada kegiatan rangkaian Hari Anak 2020 di Jakarta, kemarin.

Jebakan kedua atau faktor yang menyebabkan orangtua gagal menyiapkan generasi emas ialah kurangnya pemberian asupan gizi saat anak di usia dini. Hal tersebut akan berimbas pada tahapan seorang anak ketika berada di usia produktif.

Mengutip data Bank Dunia, Muhadjir menyebut, kualitas angkatan kerja Indonesia masih lemah. Hal ini disebabkan banyaknya anak stunting atau gagal tumbuh yang menjadi tenaga kerja di Indonesia.

“Sebanyak 54% angkatan kerja Indonesia sekarang itu mantan-mantan stunting. Karena itu, kenapa angkatan kerja kita kualitasnya rendah,” kata Muhadjir.

Untuk itu, Muhadjir meminta seluruh pihak dapat melakukan intervensi pendidikan dan kesehatan terhadap anak sejak dini. Utamanya, dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, peran serta orangtua dan guru PAUD (pendidikan anak usia dini) penting dan strategis dalam
membantu menyiapkan SDM yang unggul saat anak masih di tahapan usia dini.

Pemerintah telah cukup banyak melakukan pembaruan dan kemajuan di sektor pendidikan PAUD. Sebagai contoh, kesepakatan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi agar membuat satu desa satu PAUD.

Namun saat ini, seperti yang dialami lembaga pendidikan lainnya, kondisi sektor pendidikan PAUD kini memprihatinkan akibat pandemi covid-19. Menurut Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Jumeri, banyak orangtua yang terkendala membayar biaya pendidikan anak. 

Bahkan, angka kesulitan orangtua dalam membayar biaya pendidikan PAUD mencapai 40%. Jumeri menjelaskan, tersendatnya pembayaran PAUD juga berpengaruh pada gaji guru. Selama pandemi, kata dia, 49% guru PAUD gajinya tersendat. (Ata/Ant/H-1)
 

BERITA TERKAIT