04 August 2020, 22:23 WIB

Bansos Tunai Gelombang II, Kemensos Berkoordinasi dengan Dinsos


mediaindonesia.com | Humaniora

PENYALURAN bantuan sosial tunai (BST) gelombang I telah selesai dilaksanakan, selanjutnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Penangann Fakir Miskin (PFM), Kementerian Sosial (Kemensos) bersiap menyalurkan BST gelombang II.

Untuk kelancaran proses penyaluran tersebut, Ditjen PFM berkoordinasi dengan dinas sosial (Dinsos) provinsi dan dinsos kabupaten atau kota dalam proses penyaluran BST tersebut. Koordinasi Ditjen PFM dengan Dinsos dilakukan melalui zoom meeting yang dipimpin langsung oleh Dirjen PFM, Asep Sasa Purnama, pada Selasa (4/8) 

Dalam arahannya Dirjen PFM menyampaikan untuk jangka waktu BST gelombang II dilaksanakan mulai Juli sampai dengan Desember 2020. Untuk BST yang dimulai gelombang II, terdapat penyesuaian indeks bantuannya menjadi Rp300 ribu per bulan per keluarga penerima manfaat (KPM).

“Untuk gelombang II diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Sesuai pesan pak Menteri agar KPM dapat segera mendapatkan BST. Ditargetkan penyaluran terakhir BST ditargetkan dapat selesai di bulan November,” jelas Dirjen PFM.

Selama penyaluran BST Gelombang I terdapat beberapa kendala dalam proses penyalurannya. Dalam paparannya, Dirjen PFM menjelaskan beberapa kendala dalam proses penyaluran BST diantaranya, terdapat penundaan penyaluran BST oleh daerah sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Selain itu adanya usulan KPM BST yang beririsan dengan KPM Program Sembako atau PKH.

“Ada juga terkait BST yang beririsan dengan BLT Dana Desa. Dalam hal ini, penggantian penerima manfaat apabila ganda dengan BLT Dana Desa maka yang dilakukan penggantian penerima manfaat Dana Desa karena proses penggantian penerima manfaat BST harus melalui DTKS yang prosesnya lebih lama dibanding BLT Dana Desa yang dilakukan dengan musyawarah desa/kelurahan,“ jelas Asep.

Meskipun demikian, realisasi penyaluran BST Gelombang I sudah hampir memenuhi target. Realisasi BST di Wilayah I sudah mencapai 97,98% dengan jumlah 3.441.321 KPM, sedangkan untuk Wilayah II mencapai realisasi tertinggi sebesar 98,62% dengan jumlah 2.986.655 KPM, dan untuk Wilayah III mencapai 97,01% dengan jumlah 2.385.819 KPM. 

Atas realisasi tersebut, Dirjen PFM juga mengapresiasi dinsos provinsi dan dinsos kabupaten/kota. "Keberhasilan realisasi tersebut tidak terlepas dari dukungan daerah sehingga penyaluran BST ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta membantu kebutuhan dasar bagi keluarga fakir miskin dan rentan," ujar Asep. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT