04 August 2020, 20:26 WIB

Penumpang Menumpuk di Halte, Dishub :Bus Masih Cukup


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DINAS Perhubungan DKI Jakarta membantah adanya antrean penumpang Transjakarta yang mengular di halte-halte pada hari pertama penerapan pembatasan kendaraan pribadi dengan ganjil genap di 25 ruas jalan, Senin (3/8).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan jumlah bus Transjakarta yang dikerahkan saat ini masih cukup untuk menampung okupansi penumpang.

Sebab, dari data yang ada, kenaikan jumlah penumpang Transjakarta kemarin hanya 5,96% yakni sebesar 337.118 orang dibandingkan pada Senin (27/7) pekan sebelumnya yakni 318.155 orang.

"Jadi sebenarnya penambahan jumlah penumpang 5% di Transjakarta. Itu sebenernya masih bisa di-cover oleh jumlah bus yang ada sebelum ada penambahan bus," kata Syafrin di Balai Kota, Selasa (3/8).

Baca juga : Hari Ke-12 Operasi Patuh Jaya 2020, Ada 8.729 Pengendara Ditindak

Sebelum adanya ganjil genap, Transjakarta mengoperasikan 715 unit bus 13 koridor. Menurut Syafrin, dengan kenaikan penumpang 5,96% masih bisa ditampung oleh jumlah bus tersebut.

Namun, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang PT Transjakarta tetap melakukan penambahan bus sebanyak 155 khusus di Koridor 1 sampai Koridor 10 yang bersinggungan langsung dengan ruas-ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap.

Menurut Syafrin, jumlah itu lebih dari cukup untuk menampung penumpang berdasarkan hasil kalkulasi dari Dinas Perhubungan DKI dan PT Transjakarta.

"Lalu berdasarkan pantauan di jam-jam sibuk, keterisian penumpang di dalam bus itu hanya 40% dari kapasitas maksimal yang ada saat ini sesuai kuota penerapan physical distancing. Artinya masih 60% tempat duduk kosong yang bisa dioptimalkan pada jam sibuk," tukasnya.(OL-7)

BERITA TERKAIT