04 August 2020, 20:20 WIB

Kemendag Dorong Ekspor Produk Inovasi


Bayu Anggoro | Nusantara

Kementerian Perdagangan berkomitmen membantu pemasaran produk inovasi lokal terutama ke mancanegara. Berbagai upaya terus dilakukan salah satunya menjalin kerja sama dengan pebisnis di luar negeri melalui atase perdagangan.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mencontohkan, pihaknya kini mulai menjajaki kerja sama untuk memasarkan berbagai simulator produksi AVS, Bandung. Hasil karya anak bangsa ini diyakini mampu bersaing dengan produk buatan luar negeri.

Dia menjelaskan, AVS yang bertempat di Kota Bandung ini berhasil dalam menciptakan berbagai simulator baik untuk kebutuhan militer, medis, hingga telekonferensi. Sebagai contoh, menurutnya AVS mampu menciptakan virtual body anatomy yang bermanfaat untuk pendidikan kesehatan khususnya di fakultas kedokteran.

Bahkan, kini AVS pun tengah mengembangkan robot berbentuk lengan yang bisa mengoperasi jantung manusia dari jarak jauh. "Ini luar biasa. Kita harus apresiasi, harus kita dorong," ujarnya saat mengunjungi pabrik AVS di Bandung, Selasa (4/8).

Sesuai dengan tugas kementeriannya, dia memastikan akan membuka pasar luar negeri agar produk tersebut terjual. "Tupoksi kami mendorong dan mengembangkan ekspor nasional. Simulator di sini sangat potensial untuk didorong," katanya.

Sebagai contoh, pihaknya sudah meminta setiap atase perdagangan yang ada untuk mendata kebutuhan negara bersangkutan akan produk tersebut. Selanjutnya, berbagai promosi akan dilakukan dengan langsung mempertemukan AVS dengan pebisnis di negara terkait.

"Kami sudah berkoordinasi, termasuk dengan Indonesia Trade Promotion Center.  Dengan jejaring yang kita miliki, kita bisa melihat kesempatan mereka untuk mengembangkan bisnis di sana," katanya.

Meski begitu, dia mengakui terdapat kendala dalam membuka pasar ekspor. Salah satunya kareba regulasi yang belum tentu sama di negara tujuan.

Selain itu, menurutnya juga perlu koordinasi dan sinergi antara pihaknya dengan kementerian terkait lainnya di dalam negeri. "Ini tantangan, agar kita bisa sinergi dengan kementerian lain," katanya.

Pendiri AVS, Rivira Yuana, memastikan produk ciptaannya mampu bersaing dengan buatan luar negeri. Selain memiliki kualitas yang juga baik, menurut dia harga simulator buatannya sangat bersaing.

Baca Juga: Dua Pedagang di Pasar Tradisional Kisaran Positif Covid-19

Sebagai contoh, menurut dia simulator untuk memasang ring jantung yang digunakan banyak perguruan tinggi di Indonesia berasal dari luar negeri dengan harga yang fantastis. "Simulator pasang ring jantung dari luar negeri harganya Rp11 miliar. Padahal kalau dari kita, hanya Rp6 miliar," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mampu menciptakan robot tangan untuk operasi jantung. Dengan berbagai teknologi yang dimiliki, kata dia, dokter bisa mengoperasi jantung pasien dari jarak jauh.

"Dokternya di Jakarta, bisa mengoperasi pasien yang di Maluku. Dokternya mengoperate robot itu dari Jakarta," katanya.

Dia menyebut pembangunan robot tangan ini sudah mencapai 75%. "Sekarang masuk tahun ke dua,  target kami tiga tahun," ujarnya.

Tak hanya itu, dia menyebut pihaknya pun menciptakan aplikasi video konferensi dengan tingkat keamanan yang tinggi. "Kalau aplikasi biasa password-nya mudah diretas," ujarnya.

Menurut dia, aplikasi ini sudah dipesan oleh Badan Sandi dan Siber Negara. "Ini untuk kepentingan lembaga negara, karena agar keamanannya baik, tidak mudah diretas," katanya.

Lebih lanjut dia katakan, pihaknya sudah mengekspor simulator seperti ke Filipina. Menurut dia, negara tetangga itu sudah memesan advance simulator untuk digunakan militer. "Kami juga memproduksi simulator tank, kereta, pesawat terbang," katanya. (BY/OL-10)

BERITA TERKAIT