04 August 2020, 19:32 WIB

Pusri Palembang Lakukan LoA Gas Bumi dengan Conoco Philips


Dwi Apriani | Ekonomi

PUPUK Sriwijaya (Pusri) Palembang  lakukan Signing Letter of Agreement (LoA) dengan Conoco Philips (Grissik) Ltd untuk implementasi atas penyesuaian harga gas bumi, Selasa (4/8).

LoA  yang diselenggarakan oleh SKK Migas ini merupakan implementasi atasKeputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 89K/10/MEM/2020 tentang pengguna dan harga gas bumi tertentu di bidang industri. Pelaksanaan e-signing ini dilaksanakan oleh Direktur Utama Pusri, Mulyono Prawiro, dan disaksikan oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif.

"Dengan adanya penandatanganan LoA ini diharapkan dapat membantu Pusri semakin optimis dalam menghadapi persaingan global karena menghasilkan peningkatan efisiensi," kata Mulyono.

Diakuinya, penurunan harga gas bumi tidak hanya berdampak pada peningkatan daya saing perusahaan saja, melainkan dapat dirasakan juga oleh Pemerintah melalui penurunan biaya subsidi pupuk. Adapun harga gas bumi yang berlaku di plant gate Pusri maksimal sebesar USD 6,00/MMBTU (Million Metric British Thermal Unit).

Baca juga : Harga CPO Naik, IHSG Kembali Rebound

Mulyono menilai bahwa kebijakan terkait harga gas bumi tersebut berdampak positif pada biaya pembuatan pupuk subsidi.

‘’Adanya kebijakan ini membuat Pusri dapat berjalan sustain dan mampu mendukung program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional,’’┬Łujarnya.

Bahkan di tengah wabah covid-19 ini, Pusri semakin meningkatkan komitmen untuk menjaga ketersediaan stok pupuk dan menjamin pendistribusiannya hingga ke petani.

‘’Sebagai salah satu ujung tombak ketersediaan pangan dalam negeri, Pusri betul-betul memperhatikan terpenuhinya stok hingga ke tingkat daerah dan kios pengecer, guna mendukung Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional," pungkasnya.

Dalam acara LoA tersebut, hadir pula perusahaan lain yang melaksanakan e-signing kontrak jual beli gas bumi, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), President Director CPGL dan pimpinan perusahaan lainnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT