04 August 2020, 18:56 WIB

Tips Rifat Sungkar: Mengarahkan Bakat Balap Reli sejak Usia Dini


RO | Otomotif

PEMBALAP dan pereli nasional Rifat Sungkar mengatakan untuk menjadi seorang pembalap saat ini sudah jauh lebih mudah dibandingkan dengan 20 tahun lalu. Pria yang saat ini menjadi brand ambassador Mitsubishi Motors di Indonesia mencoba berbagi resep untuk menjadi pembalap, terutama pembalap reli.

Rifat memang terlahir dari keluarga pembalap. Nama sang ayah Helmy Sungkar dan ibu Ria Sungkar masuk dalam jajaran pembalap reli legenda Indonesia. Walaupun demikian perjalan Rifat menjadi pembalap reli terbilang tidak mudah.

Rifat mengakui kedua orang tuanya memiliki akses ke balap reli, mobil balap juga ada, dan banyak relasi. Tetapi ia harus berusaha dari bawah dan harus berjuang sendiri. 

"Buktinya saya pertama kali ikut balap gokart hanya diberi modal rangka. Untuk mesin, ban, dan lainnya saya harus beli sendiri. Itu kira-kira saat saya berumur 7 tahun,” ungkap Rifat.

Saat ini untuk menjadi pembalap tidak selalu membutuhkan biaya mahal dan tidak harus berstatus kaya. Rifat menyarankan bila buah hati ingin menjadi pembalap maka dapat mulai diikutkan pada balap gokart.

Balap gokart penting untuk belajar menguasai dasar balapan, sensitivitas, serta teknik; seperti balance manouvre, akselerasi dan pengereman. Balap gokart juga akan membuat seorang pembalap menjadi kompetitif. Pasalnya, peserta balap gokart dikelompokan sesuai usia sehingga tidak ada risiko dikucilkan.

“Dari gokart bisa lompat ke reli. Kalau reli, tidak perlu pakai mobil 4WD. Di reli itu paling enak mulainya di kelas F1, yaitu sedan 1.500 cc yang mobilnya bisa di-upgrade dari mobil-mobil bekas balap Indonesian Sentul Series Of Motorsport (ISSOM)," ujar Rifat.

Mobil bekas balap ISSOM menurut Rifat, memiliki spesifikasi mesin, girboks, dan komponen yang sama dengan mobil balap reli, sehingga para pemula bisa memiliki mobil balap dengan harga murah yang kompetitif. "Modal awal yang perlu dikeluarkan untuk mobil Rp150 – 200 jutaan,” tambahnya.

Mulai Balap Reli

Ajang reli sekarang sudah berbeda saat pertama kali Rifat menggeluti dunia balap. Kala itu Rifat baru bisa ikut balap gokart di usia 14 tahun pada 1992. Namun saat ini usia 10 tahun sudah bisa mengikuti balap gokart. 

Setelah itu Rifat memulai perjalanan di ajang balap sport rally pada 1997 dan berhasil menjadi juara nasional lima kali berturut-turut sampai tahun 2002.

Pria kelahiran 22 Oktober 1978 ini mengungkapkan bahwa untuk menjadi seorang pereli bisa dimulai dari bawah dan sejak usia dini. Asalkan memiliki tinggi badan memenuhi syarat maka seorang anak bisa mengikuti balap reli. 

Syarat berikutnya tentu harus mendapat izin dari orangtua karena pada usia dini dipastikan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ini tetap penting walaupun reli maupun sprit rally umumnya bermain di luar kawasan jalan umum.

Saat ini sudah banyak fasilitas yang menunjang bagi anak yang mulai menjajaki ajang balap reli. Diantaranya adalah dengan semakin banyaknya mobil bertransmisi otomatis sehingga tidak perlu memulai belajar dari transmisi manual.

Rifat juga mengingatkan bahwa menjadi pembalap juga harus memiliki target. Selain harus berpacu dengan usia, suami aktris Sissy Priscillia ini juga berpesan agar jangan sampai terjadi penurunan prestasi di tahun berikutnya. 

Pasalnya jika sudah mencapai usia 30 tahun akan sangat sulit untuk bisa kompetitif di ajang balap apapun. Selain itu Rifat juga menerapkan sikap disiplin dan yang paling penting adalah menghargai peralatan balap milik sendiri. (S-4)

BERITA TERKAIT