04 August 2020, 18:21 WIB

Nadiem: Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan Saat Pandemi


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

GENERASI saat ini menghadapi berbagai macam tantangan. Apalagi generasi pascapandemi yang ketangguhannya dibutuhkan dalam sistem pendidikan tinggi. Serta, menjadi sumber kekuatan di masa mendatang.

"Bukan hanya dari sisi kognitif, tetapi kekuatan mental, ketabahan, resilience dan kreativitas. Tidak ada yang namanya inovasi tanpa mengambil risiko,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam seminar virtual, Selasa (4/8).

Nadiem pun menantang mahasiswa untuk mengubah pandangan, dari korban pandemi covid-19 menjadi penggerak perubahan. Sehingga, mahasiswa mampu berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial. Misalnya, mengajar di sekolah dan membantu pelaku UMKM untuk go digital.

Baca juga: Kemendikbud Siapkan Bantuan UKT Bagi 400 Ribu Mahasiswa

"Kemajuan itu untuk mencoba hal baru yang mungkin kita tidak nyaman. Keluar dari zona nyaman, beberapa akan berhasil dan beberapa tidak akan berhasil. Tapi kalau kita semuanya tidak berhasil, itu artinya kita belum cukup melakukan inovasi dan eksperimen," pungkas Nadiem.

Saat ini, semua orang berada di situasi sulit akibat pandemi. Nadiem menyampaikan simpati kepada dosen, mahasiswa dan orang tua yang mengalami krisis kesehatan, ekonomi dan psikologi.

"Pola hidup kita berubah. Ini semua ada dampaknya, stres meningkat. Kita merasa terisolasi di rumah. Banyak yang mendapat tantangan ekonomi juga. Ini bukan hal yang kecil dan pemerintah harus selalu mencari upaya mitigasi," jelasnya.

Baca juga: WEF: Banyak Anak Muda Berpikir Belajar Daring Jadi Permanen

Pihaknya sudah mengambil langkah mitigasi. Pertama, menambahkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp 1 triliun untuk perguruan tinggi negeri (PTN).

"Kami terus bantu dengan semua rektor PTN, untuk memastikan ada berbagai macam opsi fleksibilitas pembayaran untuk mahasiswa. Yang penting tidak ada drop out. Mahasiswa harus mendapatkan hak pendidikan. Itu kita jaga bersama," kata Nadiem.

Nadiem meminta semua mahasiswa untuk melakukan refleksi diri. Termasuk, mahasiswa yang sudah masuk dunia pekerjaan. Dalam hal ini, apa yang sudah dilakukan kepada bangsa Indonesia.

Baca juga: Dukung Belajar Daring, Pemerintah Harus Bantu Biaya Internet

"Apa yang akan saya lakukan untuk bangsa dalam masa sulit ini. Apa yang bisa saya kerjakan beserta teman-teman saya? Apa kesempatan yang bisa dilakukan untuk membantu rakyat Indonesia? Jadi, mahasiswa itu sebagai pejuang dan penggerak," tegasnya.

Kemerdekaan dalam institusi pendidikan, lanjut dia, seharusnya menjadi kesempatan mahasiswa untuk turun langsung di tengah masyarakat. Serta, menciptakan inovasi baru yang menciptakan lapangan kerja.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT