04 August 2020, 17:38 WIB

Covid-19 Mewabah, Norwegia Larang Kapal Pesiar Merapat


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Internasional

PEMERINTAH Norwegia bertindak cepat setelah covid-19 menyebar di tengah penumpang dan awak kapal pesiar MS Roald Amundsen.

Semua lalu lintas kapal pesiar akan dihentikan selama 14 hari. Adapun kapal pesiar yang sudah ada di teritorial Norwegia harus tunduk pada aturan setempat.

Kapal pesiar yang dikelola Norwegia Hurtigruten berada di tengah tiga kapal pesiar dengan tujuan Svalbard, ketika wabah covid-19 merebak. Setidaknya 41 orang dilaporkan terinfeksi covid-19. Banyak kota di Norwegia melakukan tes covid-19 terhadap penumpang kapal.

Baca juga: Tidak Ingin Monopoli, Tiongkok Siap Bagikan Vaksin Covid-19

Tiga hari setelah covid-19 mewabah, pemerintah Norwegia langsung mengambil kebijakan pencegahan. Semua perjalanan baru dengan lebih 100 penumpang, akan dilarang keluar-masuk wilayah Norwegia selama 14 hari.

Kapal pesiar yang dalam proses perizinan dapat melanjutkan perjalanan. Namun, penumpang akan dicegah turun dari kapal. Jika ada dugaan infeksi covid-19, semua orang di dalam kapal wajib menjalani tes.

"Kita harus menghentikan penyebaran covid-19 di Norwegia," tegas Menteri Kesehatan dan Layanan Perawatan, Bent Høie, dalam konferensi pers.

Langkah serupa juga dilakukan Hurtigruten Norwegia yang mengumumkan penundaan semua pelayaran ekspedisi sampai pemberitahuan lebih lanjut. Namun, layanan feri pesisir tidak terdampak aturan baru dan tetap beroperasi.

Baca juga: Tanpa Karantina, Tom Cruise Diistimewakan di Norwegia

Layanan feri internasional, seperti Oslo to Kiel yang dioperasikan Color Line dan Oslo to Copenhagen dari DFDS, juga tidak terpengaruh. "Pembatasan tidak berlaku untuk feri. Sebab, mereka berkontribusi pada pengangkutan barang dan jasa," imbuh Høie.

Operator feri internasional telah mengonfirmasi peninjauan prosedur, setelah adanya insiden Hurtigruten. Adapun aturan awal berlaku selama 14 hari dan berpotensi diperpanjang. Tidak menutup kemungkinan pemerintah Norwegia melakukan pembatasan lebih ketat.(Forbes/OL-11)

 

BERITA TERKAIT