04 August 2020, 16:50 WIB

Sri Sultan: Kita Nggak Tahu sampai Kapan Tanggap Darurat Bencana


Ardi Teristi | Nusantara

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X mengaku sampai sekarang belum tahu kapan status tanggap darurat bencana akan berakhir. Pemda DIY telah menetapkan status Tanggap Darurat sampai 31 Agustus 2020, tetapi status tanggap darurat bencana dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi.

"Kita nggak tahu sebetulnya darurat itu sampai kapan? Apakah sampai obat dibikin? Sampai apa? Kita nggak tahu," kata Sultan, Senin (3/8).

Status tanggap darurat, menurutnya, tidak bisa diberlakukan bertahun-tahun. "Status tanggap darurat, mungkin sampai terbentuk kesadaran bersama, sehingga status tanggap darurat tidak perlu diperpanjang lagi," lanjutnya.

Saat itu, imbuh Sultan, ketika ada yang terkena covid-19, dia tinggal dibawa ke rumah sakit. Tindakan ini sama seperti kalau seseorang terkena penyakit demam berdarah dan penyakit yang lain yang banyak belum ditemukan obatnya.

Baca juga: Penyebab Sungai Citarum di Karawang Hitam belum Diketahui

"Demam berdarah sampai saat ini juga belum ditemukan obatnya dan banyak memakan korban setiap tahun," tukasnya.

Menurut Sultan, ketika masyarakat masih senang bergaul, tetapi tidak mau jaga jarak, tidak mau memakai masker, dan mencuci tangan, kasus covid-19 masih akan fluktuatif.

"Pemerintah sampai sekarang hanya bisa memfasilitasi agar tidak terkena covid-19 dan merawat pasien yang terkena covid-19. Dengan harapan, kalau ada yang terkena covid-19, pasien tersebut kondisinya tidak terlalu berat," tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY, Senin (3/8), total kasus positif covid-19 di DIY sebanyak 772 kasus. Pasien yang sudah dinyatakan sembuh 434 kasus dan meninggal dunia 21 orang. (OL-14)

BERITA TERKAIT