04 August 2020, 16:41 WIB

Petani Purbalingga Didorong Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan


Mediaindonesia.com | Ekonomi

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi Training of Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) Strategic Irrigation Modernization And Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang diikuti 40 peserta. SIMURP dinilai memberikan banyak manfaat buat petani dan penyuluh untuk dapat menggunakan konsep pertanian ramah lingkungan. 

"SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani dan penyuluh. Khususnya bagaimana melakukan pertanian cerdas iklim dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana cara mengantisipasi dan menangani penyakit tanaman,” tutur Syahrul dalam keterangan, Selasa (4/8/2020).

40 peserta itu terdiri dari penyuluh pertanian Kostratani dan petugas dari 3 kabupaten lokasi SIMURP, yaitu Purworejo, Banjarnegara, dan Purbalingga. Kegiatan di Provinsi Jawa Tengah ini dilakukan secara e-learning.
Narasumber dalam pelatihan online ini berasal dari BPPSDMP Kementerian Pertanian Rizal Fahriza, Kadistanbun Provinsi Jateng Suryo Banendro, Polbangtan Yogya-Magelang, BMKG Jateng, BPTP Jateng, BPTPHP Jateng, dan Balingtan Kementan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, SIMURP bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, khususnya yang berada di sekitar daerah irigasi di sekitar lokasi SIMURP.

"Kami berharap para penyuluh pertanian yang mengikuti kegiatan ToT CSA SIMURP bisa menyerap ilmu serta mengimplementasikannya di lapangan," tukasnya. 

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Leli Nuryati menambahkan, kegiatan ToT CSA SIMURP di Purbalingga dilaksanakan di dua lokasi, yaitu BPP Bukateja dengan 5 penyuluh pertanian dan BPP Kemangkon 5 penyuluh pertanian. Dalam kegiatan ini, penyuluh diajarkan prinsip-prinsip pertanian ramah lingkungan melalui teknologi pertanian cerdas iklim/CSA yang terbagi ke dalam 11 modul pelatihan.

Climate Smart Agliculture (CSA) adalah pendekatan pengembangan strategi pertanian untuk mengamankan ketahanan pangan berkelanjutan dalam kondisi perubahan iklim untuk tingkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan metode pertanian yang tahan perubahan iklim, mengurangi resiko gagal panen dan tingkatkan pendapatan petani. Setelah ToT, para peserta akan melatih petani untuk menerapkan CSA dengan konsep pertanian ramah lingkungan.

“Pelaksanaan SIMURP-CSA di Jawa Tengah ini ada pada sistem pertanian organik, pertanian ramah lingkungan dan pertanian integrasi tanaman-ternak,” ungkap Leli Nuryati. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT