04 August 2020, 16:35 WIB

Pencinta TikTok AS Kritik Kebijakan Trump


Faustinus Nua | Internasional

Seorang pencinta TikTok Amerika Serikat (AS) membuat lirik yang mengolok-olok gagasan Presiden AS Donald Trump terkait larangan aplikasi berbagi video pendek itu.

Dengan judul The Trump Freestyle, akun @maya2960 membagikannya pada Senin (3/8) di platform populer yang dimiliki oleh ByteDance yang berbasis di Tiongkok. Dengan cepat, postingan itu menghasilkan lebih dari 1 juta viewers dan 500.000  suka.

"Tidak memikirkan ini dengan matang, Donny kecil, kan? Tidak banyak pebisnis. Kamu bisa melarang aplikasi ini, akan ada yang baru. Ada persediaan saat ada permintaan," tulis lirik tersebut.

Dalam lirik itu juga disebutkan bahwa pengguna TikTok tidak akan diam tanpa perlawanan. Hal itu mengutip Amandemen Pertama terkait perlindungan terhadap sensor pemerintah atas kebebasan berbicara.

Baca juga: Inggris Uji Limbah untuk Tentukan Penyebaran Covid-19

Cuplikan video lainnya memuat pandangan pencinta TikTok yang diberi judul "Saya mencoba meyakinkan Trump untuk membiarkan kami menjaga TikTok". Video itu menunjukkan seorang wanita mewarnai wajahnya dan membangun dinding bata yang mengisyaratkan mereka mampu menjaganya.

Komedian Amerika Elijah Daniels menggunakan Twitter untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pengikut TikTok-nya. "Teriakan besar kepada Donald Trump karena salah penanganan seluruh pandemi, tetapi kemudian mengambil aplikasi yang membangkitkan semangat orang-orang." cuitnya.

Sementara, 20 bintang TikTok yang memiliki pengikut hingga 100 juta orang, memposting surat terbuka kepada Trump.

"Dunia virtual yang didominasi oleh kebencian di Twitter tidak ada artinya dibandingkan dengan foto-foto sukacita dan komedi di TikTok," tulis surat terbuka.

"Jadi, alih-alih menghilangkan TikTok, mengapa tidak menggunakan kesempatan ini untuk mengubah TikTok AS dalam IPO atau menjualnya ke perusahaan AS - biarkan kapitalisme menyelesaikan masalah ini, bukan negara."

Seperti diberitakan sebelumnya, Trump berencana untuk melarang aplikasi Tiongkok tersebut dengan alasan keamanan data. Kemudian, Presiden AS itu memberi waktu 6 minggu bagi TikTok untuk menjual operasinya di AS kepada perusahaan Amerika. (France24/OL-14)

BERITA TERKAIT