04 August 2020, 14:10 WIB

Inggris Uji Limbah untuk Tentukan Penyebaran Covid-19


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Internasional

SEBUAH  penelitian menyimpulkan sampel air limbah dari kotoran orang  di kawasan pandemi dapat mengetahui lebih awal satu pekan dibandingkan lewat pengujian medis.

Departemen Urusan Lingkungan, Pangan dan Pedesaan Inggris merilis, telah  mengambil sampel  di 44 lokasi pengolahan air limbah. Pemerintah juga akan bekerja dengan para ilmuwan, perusahaan air dan pemerintah devolusi di Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.

"Tujuan dari penelitian baru ini adalah untuk memberi kita awal di mana wabah baru mungkin terjadi," kata Sekretaris Lingkungan George Eustice dilansir dari bbc.com.

Saat ini menurutnya pengambilan sampel sedang dilakukan untuk menguji lebih lanjut keefektifan ilmu baru ini. Penelitian masih pada tahap awal dan masih memperbaiki metode.

Dr Andrew Singer dari Pusat Ekologi dan Hidrologi Inggris adalah salah satu ilmuwan utama pada proyek Inggris untuk mengembangkan tes standar untuk menghitung jumlah materi genetik dari coronavirus dalam sampel air limbah.

"Kami memiliki keyakinan bahwa ketika kita memiliki peningkatan jumlah virus di saluran pembuangan dari minggu ke minggu, ada lebih banyak jumlah kasus virus korona.

Baca juga : Vatikan Bantah Paus Benediktus XVI Sakit Parah

Prof Davey Jones dari Universitas Bangor telah bekerja dengan perusahaan pengolahan limbah selama lima bulan memantau air limbah di beberapa komunitas di Wales juga mengatakan melihat limbah dapat melihat penyebaran covid-19 di masyarakat.

"Semua bukti menunjukkan bahwa kita berpotensi melihat sinyal dalam air limbah sebelum kita melihat lonjakan infeksi di masyarakat," katanya Davey.

Para ilmuwan terus menyempurnakan dan mereproduksi tes sebelum dapat diluncurkan sebagai bagian dari sistem peringatan Covid-19.Berdasarkan sifatnya, air limbah mengandung banyak kontaminan dan sampel sangat bervariasi, yang membuatnya sulit untuk mengembangkan uji satu ukuran yang cocok untuk semua standar, akurat.

Dan sementara banyak negara, termasuk Spanyol, telah mulai memantau air limbah mereka, ada beberapa masalahyang harus dipecahkan untuk memaksimalkan keakuratan dan nilai sistem pengawasan berbasis air limbah yakni kecenderungan virus untuk putus ketika berada di air, efek pada hasil kontaminan lainnya, dan berapa banyak titik pengambilan sampel yang perlu dimasukkan dalam jaringan di seluruh Inggris untuk membangun gambaran yang berguna tentang wabah.

"Tampaknya jelas bahwa kita harus melakukan ini," kata Dr Singer. "Tapi itu pendekatan yang tidak pernah dipertimbangkan untuk wabah aktif," pungkasnya (OL-2)

 

BERITA TERKAIT