04 August 2020, 04:25 WIB

Semua Pasien di Markas Tentara sudah Sembuh


Bayu Anggoro | Nusantara

UJIAN di markas tentara itu sudah berakhir. Kemarin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan dua klaster penjangkitan di lingkungan TNI Angkatan Darat sudah tuntas ditangani.

“Seluruh pasien di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI-AD dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) di Cimahi sudah sembuh. Tes terbaru menyatakan mereka semua sudah negatif covid-19,” tuturnya.

Pada Juli lalu, dua markas tentara itu dilanda penjangkitan massal. Jumlah kasusnya tidak tanggung-tanggung. Di Secapa ada 1.308 orang terjangkit dan di Pusdikpom sebanyak 101 prajurit.

“Para prajurit yang jumlahnya lebih dari 1.000 orang sudah bertugas lagi. Dengan kesembuhan ini, jumlah pasien sembuh di Jabar lebih banyak jika dibandingkan dengan pasien yang dalam perawatan, yakni 3.992 sembuh dan 2.435 masih dirawat,” tandas Emil.

Sementara itu, penjangkitan di Gedung Sate, Sekretaris Daerah Setiawan Wangsaatmaja mengatakan tidak ada penambahan jumlah pegawai yang positif, masih 40 orang.

“Sebanyak 17 orang dikarantina dan sisanya karantina mandiri di rumah.”

Data kesembuhan juga membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bisa sedikit berlega hati. “Dari 9.954 kasus, pasien sembuh sudah mencapai 6.083 orang.”

Ia bertekad tes massal akan terus dilanjutkan. “Tidak perlu takut angka pasien baru naik karena tes massal merupakan upaya memutus rantai penyebaran, deteksi dini, dan penanganan cepat.”

Di Kalimantan Tengah, Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Suyuti Syamsul menginformasikan jumlah pasien sembuh sudah mencapai 1.263 orang, atau 71,1% dari angka kejadian.

“Para dokter sudah memiliki pengalaman untuk menolong pasien sehingga tahu obat yang paling efektif untuk pasien. Kami juga terbantu dengan banyaknya alat uji tes usap yang membuat penanganan pandemi bisa lebih cepat,” tambahnya.

Angka kesembuhan yang signifikan juga dilaporkan dari Purwakarta, Denpasar, Pamekasan, dan Klaten.

“Dari 1.354 kasus positif, 86,63% atau 1.173 orang sudah sembuh. Kini, kami masih harus merawat 167 pasien,” kata juru bicara Gugus Tugas I Dewa Gede Rai. (BY/AS/SS/RZ/RS/MG/JS/N-2)

BERITA TERKAIT