03 August 2020, 20:06 WIB

Teman KIP Bantu Program KIP-K Tepat Sasaran


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan telah menganggarkan bantuan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) sebesar Rp4,1 triliun pada tahun ini.

Dana itu terbagi menjadi tiga skema, yakni dana KIP-K 2020 bagi 200 ribu mahasiswa baru sebesar Rp1,320 triliun, dana bidik misi on going dan afirmasi perguruan tinggi untuk 267 ribu mahasiswa sebesar Rp1,762 triliun, serta dana bantuan UKT untuk 400 ribu mahasiswa terdampak pandemi covid-19 sebesar Rp1,007 triliun.

Guna mengawal agar penyaluran KIP-K tepat sasaran, pemerintah pun meluncurkan program Teman KIP. Program ini merupakan kolaborasi antara Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma'ruf, Kemendikbud, dan Kementerian Agama.

"Teman KIP ini kerja sosial kerelawanan, memastikan KIP Kuliah sampai pada mereka yang berhak. Sebagai langkah afirmasi pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi untuk seluruh Indonesia," kata Aminuddin Ma'ruf dalam acara peluncuran Teman KIP di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Senin (3/8).

Para relawan Teman KIP nantinya akan ditempatkan di seluruh kampus negeri maupun swasta. Aminuddin menuturkan, setiap kampus akan memilki call center Teman KIP untuk membantu para penerima maupun calon penerima KIP-K.

Baca juga : Pemerintah Akan Gelontorkan Rp1 T Bantu Uang Kuliah Mahasiswa

"Kami akan mendelegasikan koordinator di setiap kampus dari unsur mahasiswa untuk membantu memberikan informasi, pendampingan dan pengaduan KIP-Kuliah. Teman KIP juga akan bersinergi dengan rektorat pendidikan tinggi," jelasnya.

Namun, Aminuddin tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana teknis dan berapa lama pelaksanaan program ini. Kini sudah terdapat 300 perguruan tinggi yang telah menyiapkan mahasiswanya sebagai Teman KIP.

"Sampai saat ini sudah ada 300 kampus yang tergabung di Teman KIP dan mereka akan berkoordinasi dengan tim yang ditunjuk Kemendikbud di masing-masing kampus, dan tim dari Kemenag," imbuhnya.

Aminuddin tidak ingin jika ada mahasiswa yang merasa tidak dibantu untuk mendapatkan KIP-K. Terlebih, di saat pandemi membuat perekonomian mahasiswa banyak yang terdampak.

"Memastikan bahwa adik kita yang mau kuliah tidak ada alasan tidak kuliah karena tidak ada biaya. Dan kita pastikan bahwa adik kita yang  hari ini sedang kuliah tidak drop out karena adanya pandemi yang mengakibatkan pendapatan dan ekonomi keluarga mereka tertekan," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT