03 August 2020, 19:32 WIB

Resesi Bukan Isu Utama di Tengah Pandemi


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

RESESI ekonomi di tengah pandemi covid-19 merupakan sebuah kewajaran dan kenormalan baru. Hal utama yang perlu diperhatikan saat ini ialah menjaga agar dunia usaha tidak gulung tikar dan menyebabkan krisis.

"Isu utamanya bukan resesi, tapi bagaimana agar negara itu tidak mengalami krisis. Resesi saat ini adalah sebuah kondisi yang tidak terelakkan karena pandemi," ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah saat dihubungi, Senin (3/8).

"Fokus kita di tengah kondisi ini bukan pada resesinya, tapi bagaimana agar kondisi ini tidak lebih buruk lagi. Yaitu ketika ini berkepanjangan dan membuat dunia usaha kita bangkrut, saat ini kita terduduk. Jangan sampai kita bangkrut. Percuma pertumbuhan ekonomi kita tidak (terkontraksi) dalam tapi bangkrut," sambungnya.

Baca juga : Investor Khawatirkan Resesi Ekonomi, IHSG Ditutup Melemah

Ia menambahkan, secara teori, resesi merupakan pertumbuhan ekonomi negatif selama dua triwulan berturut-turut. Dengan begitu, resesi sejatinya telah terjadi karena pandemi menyebabkan pelambatan ekonomi selama dua triwulan.

"Yang penting itu kita bertahan hidup saat ini, survive. Karena dengan begitu kita sudah untung. Yang penting dunia usaha selamat, diberikan nafas untuk bisa stay alive, survive. Supaya ketika wabah berakhir mereka bisa cepat recover dan pertumbuhan ekonomi bisa rebound," jelas Piter.

Untuk diketahui pada triwulan I 2020 ekonomi Indonesia masih tumbuh positif yakni 2,97%. Sedangkan pada triwulan II, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi di kisaran -5,3% hingga -3,5% dengan titik tengah di angka -4,3%. (OL-7)

BERITA TERKAIT