03 August 2020, 15:27 WIB

Trump Larang TikTok karena Terhubung ke Partai Komunis Tiongkok


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dalam beberapa hari mendatang akan mengambil tindakan terhadap TikTok, perangkat lunak milik Tiongkok yang ia yakini menimbulkan risiko keamanan nasional. Demikian pernyataan yang disampaikan Sekretaris Negara Mike Pompeo.

Komentarnya Trump ini muncul setelah Trump mengatakan dia melarang TikTok di AS. Ia mengatakan aplikasi video populer TikTok ini akan memberi data langsung ke Partai Komunis Tiongkok.

Baca juga: TikTok masih Mata-Matai Pengguna Iphone

"Sehubungan dengan beragam risiko keamanan nasional yang disajikan oleh perangkat lunak yang terhubung dengan Partai Komunis Tiongkok," kata Pompeo yang dilansir dari BBC.com, Senin (3/8).

Pompeo mengatakan, AS memang banyak melakukan bisnis dengan Tiongkok yang mungkin pada aplikasi TikTok ini bisa meneruskan informasi kepada pemerintah Tiongkok. Data dapat mencakup pola pengenalan wajah, alamat, nomor telepon dan kontak.

Ancaman tindakan terhadap TikTok dan perangkat lunak milik Tiongkok lainnya datang di tengah meningkatnya ketegangan antara administrasi Trump dan pemerintah Tiongkok atas berbagai masalah, termasuk sengketa perdagangan dan penanganan Beijing terhadap wabah virus korona jenis baru (covid-19).

Meskipun perusahaan TikTok telah membantah tuduhan bahwa perusahaan itu dikendalikan oleh atau berbagi data dengan pemerintah Tiongkok, Trump tetap pada pendiriannya. "Presiden Trump telah mengatakan cukup dan kami akan memperbaikinya," katanya Pompeo.

Baca juga: TikTok akan Sumbang US$250 Juta untuk Perangi Covid-19

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa ia berencana menandatangani perintah eksekutif untuk melarang TikTok di AS yang memiliki hingga 80 juta pengguna bulanan aktif.

Sementara itu raksasa teknologi AS Microsoft telah mengonfirmasi bahwa mereka melanjutkan pembicaraan untuk membeli operasi TikTok di AS

Bos Microsoft Satya Nadella telah berbicara dengan Presiden Trump tentang akuisisi pada hari Minggu. (Wan/A-3)

BERITA TERKAIT