03 August 2020, 15:03 WIB

Parkirkan Uang Perusahaan di Rekening Pribadi, Direktur Tersangka


RO/Micom | Megapolitan

PENYIDIK Polda Metro Jaya menetapkan seorang pegawai PT AMM berinisial TAC sebagai tersangka kasus penggelapan dan pencucian uang. 

Sebelumnya, TAC melaporkan sebuah bank swasta tempat ia menyembunyikan hasil kejahatannya dengan tuduhan membuka rahasia bank sesuai UU Perbankan. 

Advokat Alvin Lim,  di Jakarta, Senin (3/8), mengatakan uang Rp12,9 miliar milik PT AMM  yang seharusnya disetorkan ke pihak suplier, oleh diduga diparkirkan ke rekening TAC, yang merupakan mantan Direktur Keuangan PT AMM.

Hal ini terungkap ketika dilalukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 2018. PT AMM menemukan adanya transaksi keuangan yang janggal, dan setelah dilakukan audit internal ditemukan adanya dugaan penyelewengan dana yang masuk ke rekening pribadi TAC. 

"Perusahaan lalu menelusuri ke bank tempat transaksi itu dilakukan. Hasilnya, cek dari perusahaan untuk supplier malah disetor ke rekening milik tersangka," katanya. 

TAC pun mencoba menutupi perbuatannya dengan melaporkan bank swasta itu ke polisi karena melanggar kerahasiaan nasabah. 

Perlawanan TAC ini juga membuat seorang manajer service di bank swasta berinisial M menjadi tersangka. 

Namun setelah penyidik Sub Direktorat Renakta Polda Metro Jaya menggelar perkara pada 29 Juli lalu, penyidik menetapkan TAC sebagai tersangka. 

"Saya berharap kasus ini diusut tuntas karena masih ada orang lain yang diduga terlibat," katanya. 

Alvin, yang menjadi pengacara tersangka M, mengatakan kliennya tidak melakukan kejahatan membuka rahasia nasabah karena informasi aliran dana ditanyakan oleh nasabahnya sendiri. 

Malah, kata Alvin, semestinya kliennya diberikan penghargaan karena menyebabkan terungkapnya kejahatan pencucian uang dan penggelapan.

"Kasus ini adalah kasus maling teriak maling. Penyidik harus jeli supaya bisa mengungkapkan kasus ini secara jernih," tutupnya. (J-1) 

BERITA TERKAIT