03 August 2020, 04:57 WIB

Pulihkan Ekonomi, BRI Salurkan Kredit pada UMKM


Gan/S1-25 | Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia/BRI (persero), Tbk, dalam pengembangan bisnis fokus membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama pandemi covid-19. Hal itu dilakukan BRI sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, sebagai bank yang memiliki fokus terhadap pem- berdayaan UMKM, BRI secara konsisten melakukan upaya penyelamatan dan membangkitkan UMKM akibat dampak dari pandemi covid-19. UMKM selama ini dianggap sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

“Dalam krisis 2020, ini disebabkan oleh wabah, bukan hanya domestik yang kena atau regional saja, tapi ini sudah skala global dan yang paling terpukul adalah sektor UMKM,” ungkap Sunarso dalam acara diskusi online bertajuk Indonesia Moving Forward, Realisasi Pemanfaatan Dana Negara untuk Ekspansi Kredit Perbankan, di channel Media Group, Kamis (30/7).

Sunarso mengatakan, upaya pertama yang dilakukan BRI, yakni dengan gencar melakukan restrukturisasi pinjaman. Hingga akhir Juli, BRI telah melakukan restrukturisasi pinjaman senilai Rp179,17 triliun kepada 2,88 juta pelaku UMKM.

Upaya lain yang dilakukan perseroan, yakni memastikan para pelaku UMKM tetap mampu melakukan aktivitas ekonomi dengan memberikan
tambahan modal usaha.

“Dalam satu bulan BRI mampu menyalurkan pinjaman yang berasal dari penempatan dana PEN dua kali lipat, yakni sebesar Rp24,94 triliun kepada lebih dari 583 ribu pelaku UMKM,” kata dia.

Menurut Sunarso, upaya itu sudah sesuai target untuk meleverage pinjaman sebesar Rp30 triliun dalam tiga bulan untuk mengungkit kembali kemampuan ekonomi UMKM sehingga roda ekonomi terus berputar.

Pada saat bersamaan BRI juga menyalurkan stimulus tambahan subsidi bunga sebesar Rp752,1 miliar kepada 5,25 juta rekening pinjaman KUR dan non KUR.

Hal itu dilakukan BRI untuk meringankan beban para pelaku UMKM. “Secara aktif kami berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Kemenkop UKM untuk mempercepat penyaluran subsidi bunga ini,” ucapnya.

Sunarso menambahkan, sejalan dengan visi BRI pada 2022 untuk menjadi The Most Valuable Bank in Southeast Asia & Home to the Best Talent, BRI telah melakukan serangkaian transformasi yang salah satunya transformasi digital. Transformasi digital diimplementasikan melalui strategi transformasi proses bisnis (digitize) dan transformasi model bisnis (digital) dalam waktu yang bersamaan.

Sejak 2018, BRI berhasil mengakselerasi proses persetujuan kredit dari semula dua minggu menjadi kurang dari dua hari melalui aplikasi mobile BRISPOT. Sementara itu, dalam rangka Empowering Indonesian Rural Economy, BRI hadir dengan Agen BRILink yang terus tumbuh yang saat ini terdapat lebih dari 434 ribu agen, melayani lebih dari 52 ribu desa di seluruh Indonesia dengan jumlah transaksi finansial mencapai 321 juta transaksi.

Pada transformasi model bisnis, BRI mengembangkan Digital Ecosystem dengan menjadi Open Banking yang mampu melakukan kolaborasi digital secara masif, aman, dan cepat dengan berbagai mitra layanan digital seperti e-commerce, fintech, ride-sharing, agritech, dan edutech, termasuk mengembangkan digitalisasi ekosistem pasar tradisional yang saat ini sudah mulai mendigitalisasi lebih dari 4.300 pasar di seluruh Indonesia. Hal itu sebagai solusi menghidupkan pasar di tengah pandemi covid-19 yang dikenal dengan inisiatif ‘Web Pasar’.

“Saat ini BRI juga tengah mengembangkan ekosistem desa sebagai simpul pemberdayaan ekonomi,” kata Sunarso.

Di samping itu, BRI juga menghadirkan solusi fintech yang radikal melalui digital lending, paylater, dan digital saving. Hal itu untuk memberikan solusi kepada nasabah yang semakin cepat, semakin mudah, dan semakin efisien, melalui aplikasi Pinang & Ceria. Ini merupakan rangkaian program ekosistem digital. (Gan/S1-25)

BERITA TERKAIT