02 August 2020, 23:55 WIB

IDI: Benahi Data untuk Cegah Penularan Covid-19 pada Nakes


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) mengakui kasus infeksi covid-19 di kalangan tenaga medis di Indonesia sampai saat ini masih cukup tinggi, bahkan beberapa di antaranya tidak tertolong atau meninggal dunia.

Pejabat Humas PB IDI Abdul Halik menuturkan, pemerintah perlu membangun data terkait tenaga kesehatan yang terinfeksi covid-19 sebagai upaya pencegahan agar tidak semakin banyak tenaga kesehatan yang tertular ke depannya.

"Fokus kita ialah membenahi data-data yang ada terkait tenaga kesehatan yang terpapar korona, seperti apa perawatannya, yang meninggal di daerah mana, kemudian dilengkapi dengan data-data terkait risiko dan sebab meninggalnya," ucap Halik saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (2/8).

Dia menjelaskan, dari data tersebut kemudian dapat ditelusuri risiko, kerentanan, dan penyebab kematian sebagai rekomendasi kebijakan pencegahan ke depannya, bagaimana jaminan keselamatan, perlindungan, dan apresiasi bagi para tenaga kesehatan.

"Jadi kita mencoba membangun sistemnya dari hulu ke hilir. Sistem ini dimulai dengan ketersediaan data-data tadi," imbuh Halik. 

Data tersebut, lanjutnya, kemudian dianalisa dan dievaluasi untuk menyempurnakan jaminan keselamatan tenaga kesehatan di setiap fasilitas kesehatan. 

"Skema perlindungannya nanti dibuat berdasarkan temuan tersebut, apakah yang perlu dibenahi APD-nya saja atau tata ruang di fasilitas kesehatan itu atau ada SOP yang perlu diformulasi kembali dan bagaimana protokol SOP tersebut dijalankan," terangnya.

Dia mengungkapkan, saat ini IDI telah membentuk tim pencegahan dan mitigasi yang bertujuan menyempurnakan perlindungan terhadap tenaga medis. Upaya ini tentu memerlukan dukungan dari pemerintah serta fasilitas kesehatan di setiap daerah untuk membangun data tersebut. (X-12)

BERITA TERKAIT