03 August 2020, 00:35 WIB

Covid-19 Meningkat, Victoria Berlakukan Jam Malam


MI | Internasional

KEADAAN bencana dideklarasikan di Victoria, Australia, Minggu (2/8). Pemerintah setempat memberlakukan jam malam sebagai bagian dari pembatasan pergerakan paling keras hingga saat ini untuk membendung virus korona baru.

Melbourne, ibu kota negara bagian itu, akan beralih ke pembatasan Tahap 4 hingga 13 September. Musababnya, tingkat transmisi komunitas sangat tinggi, kata Menteri Utama Victoria Daniel Andrews.

Mulai Minggu malam selama enam minggu ke depan, penduduk Melbourne akan menghadapi jam malam dari pukul 20.00 sampai pukul 05.00. Mereka juga tidak akan bisa pergi lebih jauh dari 5 kilometer (km) dari rumah dan akan dibatasi berolahraga satu jam sehari.

Hanya satu orang per rumah tangga yang dapat berbelanja barang-barang penting setiap hari, juga dalam radius 5 km. Sebagian besar siswa sekolah dan universitas di Melbourne akan kembali belajar online mulai tengah malam pada Rabu. 

Keputusan ini hanya beberapa minggu setelah mereka kembali ke ruang kelas, sedangkan taman kanak-kanak dan pusat penitipan anak akan ditutup secara efektif mulai Kamis.

Acara pernikahan juga akan dilarang di kota itu. Pada puncak gelombang pertama pandemi, pernikahan di Australia dibatasi hingga lima orang. Pembatasan tambahan yang memengaruhi tempat kerja akan diumumkan pada Senin, Andrews menambahkan, menunjukkan bisnis yang tidak penting akan menghadapi penutupan. Negara bagian ini mencatat 671 kasus baru covid-19 dan tujuh kematian akibat virus korona pada Minggu.


Didukung Australia

Dukungan oleh pemerintah federal yang dikuasai koalisi pimpinan Partai Liberal, atas tindakan pemerintah dari Partai Buruh di Victoria, menunjukkan persatuan pesan nasional di seluruh spektrum politik di negara dengan sistem federal yang longgar.

Menteri Pendidikan Australia Dan Tehan mengatakan kepada Sky News, bahwa pemerintah federal akan benarbenar mendukung Victoria jika berniat meningkatkan langkah-langkah pengetatan lanjutan.

“Kami akan terus menawarkan dukungan sebanyak yang kami bisa,” kata Tehan. “Tidak ada pertanyaan, ini ialah masa-masa yang sangat sulit di Victoria.”

Australia bernasib jauh lebih baik daripada banyak negara lain dalam menjaga penyebaran virus korona, tetapi dengan biaya ekonomi yang tinggi. (CNA/Sky News/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT