02 August 2020, 19:26 WIB

KAMI Klaim Ingin Selamatkan Indonesia


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

SEJUMLAH tokoh dan aktivis yang mengaku peduli masa depan negara dan bangsa mengumumkan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Perkumpulan ini mengatasnamakan perjuangan menjaga bangsa dari berbagai dampak yang muncul dari pandemi virus korona.

Din Syamsuddin mengatakan kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Maka perlu gerakan menyelamatkan Indonesia, yang berarti menyelamatkan jutaan keluarga karena kepala keluarganya kini tidak bisa lagi bekerja.

"Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan dari oligarki, kleptokrasi, korupsi, dan politik dinasti," kata Din saat menghadiri deklarasi KAMI, di Jakarta, Minggu (2/8).

Pada kesempatan itu hadir sejumlah tokoh seperti Abdullah Hehamahua, Rocky Gerung, MS Ka'ban, M. Said Didu, Refly Harun, Syahganda Nainggolan, Prof. Anthony Kurniawan, Prof. Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M. Massardi, Moh. Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Prof. Chusnul Mariyah, hingga Sri Bintang Pamungkas.

Diakui Din perjuangan ini berat karena usaha menyelamatkan bangsa perlu kekuatan besar. Namun melalui gerakan ini dapat menjadi awal dari pengumpulan energi besar.

"KAMI adalah gerakan moral seluruh elemen dan komponen bangsa untuk menyelamatkan bangsa," tegas Din.

Baca juga: MA Terbitkan Aturan Pemidanaan Koruptor

Pada kesempatan sama, Jumhur Hidayat mengatakan, pertemuan semacam ini terjadi dimana-mana karena pemerintah tidak berdaya menghadapi pandemi covid-19. Buah pemikiran yang muncul dapat menjadi referensi bagi pemerintah mempercepat penanggulangan ujian bangsa ini.

"Kami bertemu untuk mencari solusi dari persoalan bangsa ini," ujarnya.

Sementara itu, Rocky Gerung mengatakan, pertemuan ini mengadu gagasan untuk mengatasi masalah bangsa. Bahwa itu nanti bisa berdampak di luar gagasan semua bisa terjadi sesuai perkembangan.

"Bukan hanya ada dampak covid-19 melainkan memang sudah ada korban yang harus diselamatkan," ujarnya.

Said Didu mengajak para birokrat pemerintah, profesional, dan akademisi untuk bergabung bersama-sama menyelamatkan Indonesia.

"Mari jadi pengawal kebenaran untuk masa depan bangsa. Jangan jadi pengkhianat kebenaran," tegasnya.

Refly Harun mengingatkan, kalau ada orang atau sekelompok orang yang melakukan tugas yang tidak dilakukan oleh negara itu konstitusional.

"Kesalahan ada pada negara yang tidak melakukan tugasnya menyejahterakan dan melindungi rakyat," pungkasnya. (A-2)

 

 

BERITA TERKAIT